Muncul Wacana Jokowi Pilih Menteri Milenial, 3 Nama Ini Mencuat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi meninjau Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengisyaratkan bakal memilih menteri milenial atau anak muda dalam kabinet 2019-2024. Beberapa nama pun bermunculan digadang-gadang layak masuk ke pemerintahan.

    Baca: Jokowi: Negara Lain Bangun Infrastruktur, Kita Masih Saling Benci

    Berikut daftar beberapa nama anak muda yang muncul:

    1. Nadiem Makarim

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Shinta W. Kamdani mengusulkan nama pendiri sekaligus CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek, Nadiem Makarim menjadi menteri di kabinet Jokowi. Shinta menilai, Nadiem dianggap cocok karena memiliki portofolio yang cukup mumpuni.

    "Jadi kami tidak hanya melihat dari segi usia, namun juga rekam jejak dan kompetensinya dia. Kalau itu bisa datang dari milenial, alangkah sangat baiknya," kata Shinta di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 3 Juli 2019.

    Baca: Gugat Jokowi dan Anies Soal Pencemaran Udara, Ini Tuntutan Warga

    Nadiem merupakan pengusaha muda yang sukses. Dia memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di salah satu perusahaan asing pada 2006. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Director.

    Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.  Saat ini Go-Jek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.