Golkar Tangkap Sinyal Jokowi Ingin Airlangga Jadi Ketua Umum

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umim Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, 19 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    Ketua Umim Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, 19 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily menyebut pihaknya menangkap sinyal bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan Airlangga Hartarto memimpin kembali Partai Golkar, pascapertemuan DPP Golkar dengan 34 DPD I Golkar di Istana Bogor, kemarin.

    Baca juga: Ketum Golkar, Bamsoet Galang Dukungan Pemuda Pancasila - FKPPI

    "Saya menangkap kuat dari pesan Pak Jokowi tentang memperkuat kepemimpinan yang sekarang ini sebagai isyarat bahwa kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto agar terus dilanjutkan," ujar Ace Hasan saat dihubungi Tempo pada Selasa, 2 Juli 2019.

    Kemarin, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan pengurus DPP beserta  Ketua DPD se-Indonesia diterima Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat. Pada pertemuan itu, ujar Ace, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Partai Golkar dalam memenangkan pasangan Pilpres Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019 ini.

    Jokowi, ujar Ace, juga menyampaikan apresiasi dan syukurnya atas perolehan Partai Golkar yang berada pada posisi kedua dalam raihan kursi di DPR RI dalam Pileg 2019 ini. "Presiden mengikuti perkembangan elektabilitas Partai Golkar yg pernah pada posisi 6 persen. Namun, di bawah Pak Airlangga Golkar berhasil menaikkan elektabilitas dengan memperoleh kursi pemenang kedua DPR RI," ujar Ace.

    Selain itu, ujar dia, Jokowi juga menyampaikan peran penting Golkar dalam percaturan politik nasional. Partai Golkar memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas politik nasional. "Oleh karena itu, Presiden Jokowi berpesan agar Partai Golkar menjaga soliditas Partai untuk mengawal kepemimpinan nasional dan menjaga stabilitas politik nasional. Jangan ada kegaduhan yang dapat mengganggu kondusivitas politik nasional," ujar dia.

    Baca juga: Kursi Panas Ketua Golkar, Rizal: Bamsoet, Jangan Main Kayu

    Terkait dengan konsolidasi internal Partai Golkar, ujar Ace, Jokowi menyerahkan sepenuhnya mekanisme kepada partai. "Presiden Jokowi juga menyampaikan untuk memperkuat kepemimpinan Partai Golkar yang sekarang," ujar dia.

    Atas dasar segala pernyataan Jokowi tersebut, dewan pimpinan pusat berkesimpulan bahwa Jokowi menginginkan Airlangga Hartarto memimpin kembali Partai Golkar lewat Munas mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.