Seorang Mahasiswi Unpad Hilang, Rekan dan Kampus Lapor ke Polisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

    Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mahasiswi Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Rika Satriawati, 22 tahun, menghilang hampir sepekan. Rekan dan pihak kampus melaporkan situasi ini ke kepolisian Jatinangor, Sumedang.

    Rekan korban Nila Sardi mengatakan kontak terakhir dengan teman kos pada Senin, 10 Juni 2019. Posisi Rika siang itu, sesuai yang tertyulis di status akun media sosialnya, berada di Cileunyi sepulang dari Pameungpeuk, Garut. Namun sejak itu Rika tidak diketahui pulang ke tempat kos. “Handphone sempat nyambung jam 8 malam tapi tidak diangkat,” kata Nila, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Sejak itu teman-teman kos dan kuliahnya kehilangan kontak. Telepon genggam Rika sering dalam keadaan tidak aktif. Namun kata Nila, Rika sempat mengabarkan ke adiknya lewat telefon bahwa kondisinya baik-baik saja. “Kata Rika ia dibawa orang ke Jogja, dibawa nyasar, begitu katanya,” ujar Nila.

    Kabar pada Selasa, 11 Juni itu disertai permintaan uang Rp500 ribu dari Rika ke keluarga lewat adiknya, disanggupi. Alasannya untuk ongkos pulang. Namun, sejak Rabu pagi Rita putus kontak dengan keluarganya.

    Rekan kuliah dan kampus akhirnya melaporkan kehilangan Rika itu ke kantor kepolisian Jatinangor, Jum'at, 14 Juni.

    Rekan di tempat kos dan kuliah kata Nila telah melacak Rika ke teman-temannya termasuk yang di Yogyakarta. Namun tak berhasil ditemukan.

    Ciri-ciri Rika adalah memakai kerudung, berkulit sawo matang, tinggi sekitar 158 cm, berat 42 kilogram. “Mohon dibantu untuk menyebarkan informasinya,” kata Syauqi Lukman, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad.

    ANWAR SISWADI (Bandung)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.