Sutrisno Bachir Dukung PAN Menyeberang ke Kubu Pemerintah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyambut kedatangan jenazah Ustaz Arifin Ilham di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. TEMPO | Chitra Paramaesti.

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyambut kedatangan jenazah Ustaz Arifin Ilham di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. TEMPO | Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Solo - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Sutrisno Bachir mengaku gembira dengan komunikasi yang telah dibangun antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan calon presiden inkumben Jokowi pascapilpres 2019. Dia berharap PAN bisa merapat ke kubu pemerintah dan ikut memperkuat kabinet.

    "Politik itu dinamis," kata Sutrisno saat ditemui di Solo, Sabtu malam, 25 Mei 2019. Menurut dia, peluang bagi PAN untuk merapat dan bergabung dalam kubu pemerintah masih terbuka sangat lebar. Apalagi, Zulkifli Hasan juga telah bertemu dengan Jokowi seusai pemilihan umum.

    Baca juga: Viva Yoga: PAN Buka Peluang Bersama ... 

    Sutrisno sangat yakin Jokowi juga mempertimbangkan untuk menerima PAN bergabung dalam kabinetnya. Menurut dia hal yang sama pernah terjadi pada pertengahan pemerintahan Jokowi di periode pertama. Saat itu PAN juga bergabung dalam kabinet. "Saat itu saya juga yang mengantar (Zulkifli).”

    Dia menyebut bergabungnya PAN dalam kubu pemerintah sangat strategis dengan pertimbangan kepentingan bangsa. Sutrisno yakin bahwa Jokowi tidak akan banyak berpikir politik dalam pemerintahannya lima tahun ke depan.

    Baca juga: Melihat Langkah Kubu Jokowi Dekati PAN ... 

    "Kalau kabinetnya kuat, pembangunan ekonominya juga akan semakin kuat," kata Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu.

    Menurut Sutrisno, bergabungnya PAN dan Partai Demokrat akan banyak membawa manfaat. Namun, dia mengingatkan bahwa bergabungnya PAN dalam kubu pemerintah bukan bentuk pembagian kue kekuasaan. "Semangatnya mempercepat pembangunan dan perekonomian." Selain itu, keberadaan kubu oposisi masih diperlukan untuk mengontrol jalannya pemerintahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.