Minggu, 15 September 2019

Polri Buru Penyebar Hoaks Polisi Tembaki Masjid

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat dari Brimob Polri saat mendorong massa demo 22 Mei di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu dinihari 22 Mei 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Aparat dari Brimob Polri saat mendorong massa demo 22 Mei di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu dinihari 22 Mei 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri membantah adanya kabar polisi menyerang beberapa masjid yang ditempati massa aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat pada Selasa, 21 Mei 2019.

    Baca: Rusuh 22 Mei, Polisi: Provokator Kerusuhan Warga Luar Jakarta

    "Saya membantah, Brimob tidak pernah menyerang masjid. Teman kami, TNI, juga tidak pernah menyerang masjid. Tapi itu diviralkan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

    Iqbal mengatakan, kepolisian hingga kini telah menelusuri akun-akun media sosial yang menyebarkan berita bohong itu.

    "Banyak di media sosial viral dan disebar. Kami sudah tau. Kami punya ahli siber 24 jam. Kami sudah tahu akun-akun mana yang menyebarkan berita bohong itu," katanya.

    Kabar bohong ini beredar setelah kerusuhan pecah pada Rabu, 22 Mei 2019 dini hari. Kerusuhan ini berawal ketika serombongan massa mencoba menerobos barikade kepolisian di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Rabu dini hari.

    Baca: Polri Sebut Tak Bekali Aparat dengan Peluru Tajam

    Massa kemudian melempari polisi dengan batu. Anggota Brimob yang berjaga kemudian memukul mundur massa ke arah Tanah Abang. Dari situ lah kemudian beredar kabar bohong polisi juga menembaki masjid tempat massa GNKR menginap.

    HALIDA BUNGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.