Kelar Sidang Tuntutan, Ahmad Dhani Teriak Prabowo Menang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019. Sidang lanjutan itu  beragendakan tanggapan jaksa penuntut umum terhadap nota keberatan dari pihak terdakwa. ANTARA/Didik Suhartono

    Terdakwa Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019. Sidang lanjutan itu beragendakan tanggapan jaksa penuntut umum terhadap nota keberatan dari pihak terdakwa. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Musikus Ahmad Dhani berteriak, "Prabowo Menang" sesaat setelah keluar dari Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa 23 April 2019. Seperti diketahui, Ahmad Dhani merupakan calon legislatif Partai Gerindra.

    Baca juga:  Keributan Kecil Warnai Sidang Ahmad Dhani di PN Surabaya

    Saat masih di ruang sidang, Dhani meminta Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi membentuk forum bersama rakyat untuk mengawal Komisi Pemilihan Umum. Menurutnya kerja KPU dalam menghitung perolehan suara pemilu harus dikawal. "Pesan saya kepada BPN dan rakyat semesta segera bentuk forum untuk mengawal KPU," katanya.

    Dalam sidang sebelumnya, Ahmad Dhani sempat akan mengucapkan sesuatu kepada awak media namun dilarang jaksa sehingga sempat terjadi keributan.

    Simak Video: Pengacara Ahmad Dhani Gusar: Dia Bukan Teroris

    Berkaca pada kejadian itu polisi makin memperketat pengawalan saat akan mulai sidang. Ahmad Dhani sempat tak segera dikeluarkan dari mobil tahanan kecil hingga hampir 45 menit.

    Penasihat hukum Dhani, Novi Manaban, sempat memprotes perlakuan itu. Sebab, hakim dan jaksa penuntut telah siap memulai sidang. "Tolong dikeluarin dong, masak klien saya diperlakukan kayak teroris," ujarnya.

    Baca juga: Yakin Bakal Dibebaskan, Ahmad Dhani Ajukan Kasasi Pekan Ini

    Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Anton Widyopriyono, jaksa menuntut Ahmad Dhani dengan hukuman 1 tahun 6 bulan. Menurut jaksa Rahmad Hari Basuki, perbuatan Ahmad Dhani dinilai memenuhi unsur dengan sengaja mendistribusikan konten penghinaan melalui media sosial seperti yang diatur dalam Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 KUHP.

    Ahmad Dhani terbukti membuat vlog menggunakan Iphone 7 pada 26 Agustus 2018 saat dikepung massa Elemen Bela NKRI di Hotel Majapahit Surabaya. Ahmad Dhani menyebut pengunjuk rasa sebagai idiot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.