Jokowi Ungkap Alasan Khusus Utus Luhut Bertemu Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres petahana nomor urut 01, Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan penumpang ketika turun dari kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Capres petahana nomor urut 01, Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan penumpang ketika turun dari kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, mengatakan ada alasan khusus di balik keputusannya mengirim seseorang bertemu dengan lawannya, Prabowo Subianto. Menurut dia, pertemuan itu demi Indonesia.

    Baca juga: Moeldoko Sebut Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tunggu Momentum

    "Ya, tujuannya untuk kebaikan bangsa ini," katanya singkat di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, Senin, 22 April 2019.

    Rencana pertemuan ini pertama kali ia ungkapkan usai bertemu dengan para ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Kerja yang menjadi pengusungnya di Resto Plataran, Jakarta, pada Kamis pekan lalu. Saat itu Jokowi menyatakan telah mengirim utusan untuk bertemu dengan Prabowo. Belakangan diketahui utusan tersebut adalah politikus senior Partai Golkar, Luhut Binsar Panjaitan.

    Siang tadi, Luhut bercerita ia telah berkomunikasi dengan Prabowo lewat telepon. Keduanya berencana bertemu kemarin tapi batal akibat kondisi Prabowo yang kurang fit.

    Luhut menuturkan jika bertemu dengan Prabowo ia ingin menyampaikan sejumlah hal kepada mantan Komandan Kopassus tersebut. "Pak Prabowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja sebenarnya mau bilang, ya, jangan terlalu didengerin kalau pikiran-pikiran yang terlalu enggak jelas basisnya. Karena Pak Prabowo orang rasional juga," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, siang tadi.

    Baca juga: Luhut yang Diutus Jokowi dan Kedekatannya dengan Prabowo

    Luhut berujar ia kenal baik dengan Prabowo. "Pak Prabowo orang yang sangat rasional dan biasa diajak berpikir dengan jernih, jadi bukan seorang pemimpin yang tidak bisa diajak berpikir," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.