Khawatir Wudu Tak Sah, Ada TPS di Cirebon Ganti Tinta Jadi Kunyit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak Buah Kapal mengangkat logistik Pemilu 2019 yang akan didistribusikan ke Kepulauan Seribu di Pelabuhan Marina Ancol, Jakarta Utara, Minggu 14 April 2019. Menurut data dari Daftar Pemilih Tetap hasil perbaikan tahap tiga (DPTHP-3) KPU Kepulauan Seribu terdapat 19.013 pemilih tersebar di 70 Tempat Pemungutan Suara (TPS). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Anak Buah Kapal mengangkat logistik Pemilu 2019 yang akan didistribusikan ke Kepulauan Seribu di Pelabuhan Marina Ancol, Jakarta Utara, Minggu 14 April 2019. Menurut data dari Daftar Pemilih Tetap hasil perbaikan tahap tiga (DPTHP-3) KPU Kepulauan Seribu terdapat 19.013 pemilih tersebar di 70 Tempat Pemungutan Suara (TPS). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Divisi Teknis Pemilu, Endun Abdul Haq mengatakan ada satu kampung di Cirebon yang menolak menggunakan tinta sebagai penanda sudah mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

    Baca: Kubu Prabowo Siapkan 55 Ribu Saksi TPS di Sumatera Selatan

    “Di komplek perkampungan Benda Kerep, dia tidak menggunakan tinta, tapi menggunakan alat penanda yaitu kunyit. Itu memang khasanah di Kota Cirebon seperti itu dari pemilu ke pemilu,” kata dia di Bandung, Senin, 15 April 2019.

    Endun mengatakan, warga kampung tersebut menolak penggunaan alat penanda tinta yang disediakan oleh KPU. “Dia punya kepercayaan kalau tinta itu menyebabkan wudu tidak sah,” kata dia.

    Menurut Endun, ada tiga TPS di komplek perkampungan Benda Kerep di Kota Cirebon yang menolak penggunaan tinta sebagai alat tanda setelah pencoblosan. “Yang jelas tidak menggunakan tinta untuk penanda yang sudah mencoblos tapi menggunakan kunyit untuk penanda bahwa dia sudah mencoblos,” kata dia.

    Endun mengatakan, hanya 3 TPS di Benda Kerep Kota Cirebon yang menolak botol tinta yang disediakan KPU di pemilu serentak 2019 ini. “Hanya di Cirebon saja,” kata dia.

    Anggota KPU Jawa Barat Divisi Perencanaan Dan Logistik, Nina Yuningsih membenarkan. “Itu kearifan lokal masyarakat di sana. Alat penandanya tidak memakai tinta,” kata dia, Senin, 15 April 2019.

    Simak juga: Tengah Malam, PPLN Kuala Lumpur Ralat Jumlah TPS

    Nina mengatakan, kendati tidak menggunakan botol tinta yang disediakan, petugas KPU yang menjaga TPS menyediakan alat penanda pengganti berbahan kunyit. “Penyelenggara kami di sana, petugas di sana yang mempersiapkan itu,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.