BNN Bongkar Jaringan Narkotika Lapas Cipinang - Tanjung Gusta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tersangka dari berbagai kasus narkotika dihadirkan saat pemusnahan barang bukti narkoba di gedung BNN, Jakarta, 12 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah tersangka dari berbagai kasus narkotika dihadirkan saat pemusnahan barang bukti narkoba di gedung BNN, Jakarta, 12 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar peredaran nerkotika jenis sabu internasional. Dari hasil penyidikan, BNN menyebut jaringan ini mengendalikan peredaran sabu dari Lembaga Pemasyarakat Cipinang, Jakarta dan Tanjung Gusta, Medan.

    Baca: Bantu Ambil Ganja di Kantor Pos, Napi Divonis Bui Seumur Hidup

    Terbongkarnya jaringan ini berawal dari penemuan sebuah kapal motor cepat pada September 2018. Kapal itu ditemukan TNI Angkatan Laut Lamtamal Belawan tanpa pemilik di Perairan Seruai, Aceh Tamiang. Setelah digeladah, ditemukan sabu seberat 64 kilogram.

    “Dari pengembangan, dua orang diduga kuat pemilik sekaligus yang membawa narkoba melarikan diri ke Malaysia,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Polisi, Arman Depari, di Kantor BNN Sumatera Utara di Medan pada Jumat, 12 April 2019.

    Arman menjelaskan melalui kerja sama dengan kepolisian Malaysia, BNN berhak menangkap dua pelaku atas nama Samsul Bahri dan Maman Nurmansyah. Lalu kedua pelaku diterbangkan dari Bandara Internasional Penang menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

    Penangkapan kedua dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara pada Jumat, 5 April 2019 di Jalan Karya Sekata  Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Dari tangkapan ini, BNN menyita 10 kilogram sabu yang dikemas dalam sepuluh bungkus kemasan Teh Cina Warna Hijau yang dibawa menggunakan becak motor.

    “Lalu dari pengembangan, kita mengejar tersangka A yang berperan sebagai gudang penyimpanan barang. Saat dilokasi pengembangan, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas kepada SL karena berupaya melarikan diri,” kata Arman.

    Selanjutnya pada Kamis, 11 April 2019, BNN dan tim kembali berhasil mengungkap peredaran narkoba di Jalan Lintas Sumatera, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. BNN juga menyita 10 kilogram barang bukti sabu dari jaringan Malaysia-Indonesia tersebut. BNN menangkap tiga pelaku yang sedang bertransaksi, yaitu Usman, Riant dan Devi Yanni.

    Narkotika yang disita berasal dari Malaysia dan diseludupkan melalui Dumai, Provinsi Riau. Dari Riau menuju Kisaran. Kemudian, di Kisaran, narkotika diserahkan kepada Usman dan Devi Yanti yang rencananya akan dibawa oleh Rianto menggunakan truk ke Medan. 

    Berdasarkan pemeriksaan kepada pelaku, diketahui pemilik narkotika tersebut milik YUN, warga Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara. Petugas pun segera melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku YUN.

    Arman mengungkapkan jika ketiga kasus narkotika yang diungkapkan dikendalikan dari balik sel tahanan. Khusus tangkapan pertama dan ketiga, pengendalian dilakukan oleh pelaku yang sedang ditahan di LP Cipinang, Jakarta.

    “Kasus tersebut (tangkapan di Malaysia dan Asahan) dikendalikan oleh napi Cipinang atas nama Edi alias Samurai. Saat ini sedang kita bicarakan dengan pihak lapas untuk segera menyerahkannya,” kata Arman.

    Sedangkan dalam tangkapan kedua yang berlangsung di Medan, diketahui dikendalikan oleh 2 narapidana yang ditahan di Lapas Tanjung Gusta, Medan . Kedua pengendalinya adalah ZH alias ZUL yang berperan sebagai pemilik dan E yang membantu pengendalian.

    Simak juga: Kepala BNNK Depok Sebut Wilayah Bogor Pusat Ganja

    Mengenai keterkaitan antar ketiga kasus yang berhasil diungkap, petugas belum bisa memastikan. “Tapi dari sumber barang, kita bisa lihat berasal dari sumber yang sama yakni Pulau Pinang. Patut kita duga semuanya ada keterkaitan," kata Arman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.