Abdul Somad Cerita Dukungan untuk Prabowo dari Aceh Sampai Sorong

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Abdul Somad Batubara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ustadz Abdul Somad Batubara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah kondang Abdul Somad menceritakan banyaknya dukungan umat kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berdasarkan pengalamannya berceramah keliling Indonesia. Indikatornya, banyak dari jemaahnya yang kerap mengacungkan dua jari ketika ia berceramah.

    Baca: Kubu Prabowo: Kalau Kami Menang, Jokowi di Posisi Wantimpres

    "Itu rata-rata, dari ujung Aceh sampai Pulau Madura, sampai ke Sorong. Itu saya lihat umat berharap besar," ujar Somad sembari mencontohkan mengacungkan dua jari jempol dan telunjuk, kala berbincang dengan Prabowo, sebagaimana tampak dalam rekaman perbincangan antara keduanya yang viral di media sosial. Pertemuan antara dua tokoh itu direkam oleh stasiun televisi TVOne. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Irfan Yusuf Hasyim, membenarkan pertemuan tersebut terjadi pada Kamis, 11 April 2019.

    Dalam video tersebut, tampak Prabowo berbincang dengan Abdul Somad di sebuah ruangan. Prabowo saat itu mengenakan kemeja safari berwarna putih dan kopiah hitam. Senada dengan Prabowo, Abdul Somad juga mengenakan pakaian koko berwarna putih dan kopiah hitam.

    Tonton: Jika Prabowo Jadi Presiden, Abdul Somad Minta Dua Hal Ini

    Perbincangan mulanya dibuka mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu dengan berterima kasih kepada Somad lantaran menyempatkan diri untuk menemuinya. "Terima kasih ustad, ustad bisa berjumpa dengan saya," kata Prabowo.

    Selanjutnya, Prabowo bertanya mengenai apa yang belakangan dilihat oleh Somad selama berceramah keliling Indonesia. Atas pertanyaan itu, barulah Somad menceritakan bahwa ia terkadang kesulitan saat akan mengawali ceramahnya. Pasalnya, ketika dia naik ke atas panggung, jemaah peserta acaranya itu kerap memanggil nama Prabowo sembari mengacungkan jari telunjuk dan jempol, simbol dukungan untuk Prabowo di pilpres 2019.

    "Saya bilang, 'kalian kan punya jari sepuluh kenapa yang diangkat cuma dua?', Itu saya lakukan untuk menetralisir, karena ada Panwaslu dan Bawaslu," kata Somad. Ia mengaku melakukan itu lantaran tidak ingin acara tabligh akbar menjadi acara politik. Bahkan, menurut dia, petugas protokol juga sudah meminta jemaah agar tidak mengacungkan jari.

    Baca: Respons Jokowi Soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia

    Melihat animo umat yang besar, Somad lantas mengingatkan Prabowo bahwa ia kini telah menerima dukungan dari ulama dan umat. "Ijtimak ulama mengamanahkan ini, Allah Taala melalui ijtimak ulama, tapi umat juga. Jadi ada dua dukungan, ulama dan umat, mereka berikan," kata dia lagi.

    CAESAR AKBAR | RYAN DWIKY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.