Jokowi Minta Pendukungnya Jangan Hanya Bilang I Love You

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01 Jokowi berorasi di hadapan para pendukungnya saat berkampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu malam, 10 April 2019. Berdasarkan pantauan Tempo, tribun di GOR tersebut tak terlalu penuh akan massa pendukung. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Calon presiden nomor urut 01 Jokowi berorasi di hadapan para pendukungnya saat berkampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu malam, 10 April 2019. Berdasarkan pantauan Tempo, tribun di GOR tersebut tak terlalu penuh akan massa pendukung. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan pendukungnya bekerja masif dari pintu ke pintu, sepekan menjelang hari-H pencoblosan pemilihan presiden 2019. Dia meminta relawan 01 itu tak hanya bicara i love you, melainkan berbuat lebih nyata untuk Jokowi.

    Simak: Jokowi Kampanye di Jakarta Timur, Tribun GOR Ciracas Tak Penuh

    "Jangan i love you, i love you, terus saja," ujar Jokowi sambil menoleh ke arah pendukungnya saat berkampanye di GOR (Gelanggang Olah Raga) Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu malam, 10 April 2019.

    Jokowi mengatakan, saat ini banyak hoaks menyerang dirinya, seperti jika Jokowi-Ma'ruf menang azan akan dilarang dan pendidikan agama akan dihapus. "Hati-hati, kalau ada tetangga dan teman kita terkena hasutan seperti itu dan pikirannya mulai miring-miring, tolong diluruskan," ujar bekas Gubernur DKI Jakarta.

    Menurut Jokowi, sudah menjadi tugas bersama menjaga lingkungan agar tak terjadi kabar bohong sehingga menggoyahkan pilihan-pilihan yang sudah ditentukan, khususnya di DKI Jakarta.

    Dalam setiap kampanyenya, Jokowi memang selalu mengingatkan pendukungnya untuk melawan hoaks. Selain itu, Jokowi juga meminta para pendukungnya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019, mengenakan baju putih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.