NAP Info Dukung Event E-sport Terbesar Se-Asia Tenggara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • NAP Dukung ESL Clash of Nations, Event E-sport Terbesar se-Asia Tenggara.

    NAP Dukung ESL Clash of Nations, Event E-sport Terbesar se-Asia Tenggara.

    INFO NASIONAL -- Penyedia infrastruktur jaringan dan teknologi informasi NAP Info menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pengembangan e-sport di Indonesia. Terbukti penyedia kabel serat optik bawah laut ini turut mensponsori kompetisi top level e-sport terbesar dan pertama kali diadakan di Indonesia serta Asia Tenggara, yaitu ESL Indonesia Championship dan ESL Clash of Nations, yang puncaknya digelar pada 29—31 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran.

    Selain diikuti peserta dari dalam negeri, event gaming akbar ini mendatangkan pemain-pemain dari mancanegara, baik dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, maupun Filipina. Hadiahnya pun tak tanggung-tanggung, yakni prize pool yang mencapai US$ 50 ribu.

    Dalam turnamen yang telah melewati babak penyisihan grup selama tujuh pekan ini, tim asal Indonesia Evos Esports akhirnya keluar sebagai pemenang.

    Tak hanya sebagai hiburan yang kini tengah banyak digemari generasi muda, NAP Info memandang e-sport sebagai cabang olahraga baru yang perlu terus didukung perkembangannya. Selepas turnamen ini, NAP Info berencana akan bekerja sama dengan ESL Indonesia untuk penyelenggaraan event sejenis pada waktu mendatang. Diharapkan kegiatan serupa dapat semakin membuka kesempatan bagi para pemain e-sport di Indonesia untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional.

    NAP Info merupakan perusahaan operator kabel serat optik bawah laut yang telah berdiri sejak 2000. Keunggulan NAP Info terletak pada penggunaan infrastruktur kabel berkualitas tinggi matrix cable system (MCS) yang diperkuat dengan jaringan Internet exchange matrix cable internet exchange (MC-IX) untuk memberi akses cepat dan berkualitas ke jalur Internet dunia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.