Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pasaman, Sumatera Barat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada 06.27, Kamis pagi ini, 28 Februari 2019. "Gempa di kedalaman 10 kilometer." Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencuit melalui akun Twitternya @infoBMKG.

    Baca: Gempa Magnitudo 4,0 di Sorong, Tidak Berpotensi Tsunami

    Menurut BMKG, gempa di Pasaman tidak berpotensi tsunami.

    Titik pusat gempa berlokasi di 1.40 Lintang Selatan 101.55 Bujur Timur atau di 38 Kilometer Timur Laut Pasaman, Sumbar.

    Sementara itu, di wilayah kota Kendari, kemarin terjadi gempa bumi susulan bermagnitudo 3,4 Skala Richter (SR). Gempa mengguncang wilayah Kota Kendari dan sekitarnya sekitar pukul 23.17 WITA, Rabu, 27/2.

    Stasiun Geofisika Kendari menyebutkan lokasi gempa berada pada 3.94 LS dan 122.61 BT atau 2.2 Km Barat Laut Kendari dengan kedalaman 10 Km. Sejumlah warga Kendari, yang berada di Kecamatan Mandonga, Puuwatu, Andounohu dan Baruga merasakan guncangan gempa yang cukup kuat sekitar 4 detik.

    Sebelumnya, pada pukul 17.19 WITA gempa dengan berkekuatan dengan 3.6 SR telah mengguncang Kota Kendari. Gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang disebabkan aktivitas Sesar Kendari di Barat Daya Kendari.

    Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Mengenai informasi resmi, hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.”

    Gempa bumi juga mengguncang wilayah Kabupaten Kolaka dengan kekuatan lebih kecil, yakni 2.8 SR pada pukul 19.08 WITA. Rosa menyebutkan dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi di Kolaka merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kolaka di Tenggara Kabupaten Kolaka.

    FIKRI ARIGI | ROSNIAWANTI FIKRI (Kendari)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.