Banjir dan Tanah Longsor Melanda Kota Jayapura

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, Jayakarta - Akun twitter resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia mencuitkan bahwa pada 23 Februari telah terjadi banjir dan tanah longsor di kota Jayapura. BNPB juga menyatakan bahwa sekitar 1300 warga kota Jayapura terdampak oleh bencana tersebut.

    Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano mengakui sebagian besar wilayahnya terkena banjir dan ada beberapa yang kondisinya cukup parah. "Memang benar akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat, 22/2,  malam sejumlah kawasan terendam banjir," kata dia di Jayapura, Sabtu, 23/02.

    Menurut Tommy Mano, ada beberapa wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir. “Namun saat ini makin banyak jumlahnya,” kata dia. Dia mengatakan dari lima distrik di wilayah setempat, empat di antaranya mengalami banjir. “Yang terparah di Distrik Jayapura Selatan, Abepura, Muara Tami, dan Heram.”

    Saat ditemui, Walikota Mano didampingi Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas sedang memantau bencana alam di daerah itu

    Selain banjir, juga terjadi tanah longsor di sana. Warga melakukan pemalangan jalan akibat bencana tersebut, seperti di Kotaraja Dalam. “Saat ini dikerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana,” kata Mano.

    Pembersihan di sejumlah wilayah, khususnya di jalan utama yang mengalami longsor seperti di Nafri dan pohon rubuh di Skyline, kata Mano, sudah dilakukan. “Sehingga lalu lintas kembali normal.”

    Ia mengatakan dari hasil pemantauan di lapangan terungkap banyak saluran air atau drainase yang tidak berfungsi akibat tertimbun sampah. "Sehingga air meluap lalu menggenangi sejumlah wilayah," kata dia.

    Kepala BPBD Kota Jayapura Bernard Lamia mengatakan bantuan yang sudah dikerahkan berupa perahu karet, baik milik kota maupun Pemprov Papua. Kawasan yang terparah ditandai ada di Perum Organda, Padang Bulan, dan SMA Negeri 4 Entrop.

    Saat ini, kata Lamia,  dibutuhkan bantuan paket nasi 500 bungkus untuk dibagikan kepada warga terdampak bencana.  "Petugas masih di lapangan sehingga belum diketahui secara pasti berapa banyak rumah yang terendam banjir," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.