Subkhan, Petani Bawang: Saya Sempat Ditolak Curhat ke Sandiaga

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, bertemu dengan petani bawang bernama Subkhan di Brebes. Instagram.com/@Sandiuno

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, bertemu dengan petani bawang bernama Subkhan di Brebes. Instagram.com/@Sandiuno

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Subkhan, seorang petani asal Desa Tegalglagah, Kecamatan, Bulakamba, Brebes membantah dirinya bersandiwara saat berdialog dengan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, Senin, 11 Februari 2019. Saat itu, di hadapan Sandi, Subkhan sempat menangis menceritakan kondisi petani bawang merah di Brebes.

    Baca: Ketua PA 212 Tersangka, Sandiaga: Hukum Tebang Pilih

    Subkhan tak terima aksinya kemarin dianggap sebagai rekayasa. Dia pun menceritakan kronologi kejadiannya. “Demi Allah itu tidak rekayasa. Saya tahu Pak Sandi datang ke Brebes itu dua jam sebelum acara. Saya sempat telepon Kasat Intel Polres Brebes untuk memastikan. Saat itu saya sedang kerja bakti mengecat musala,” kata Subkhan kepada Tempo, Rabu, 13 Februari 2019.

    Setelah mendapat kepastian, dia berangkat dari rumahnya pukul 09.00 WIB. Awalnya Subkhan menerima informasi acara Sandi digelar di Stadion Karangbirahi Brebes. Tapi saat itu sudah geser ke sebuah lapangan di Desa Krasak, Brebes yang tak jauh dari stadion.

    Sesampainya di Desa Krasak, dia mendekat ke panggung. Posisinya di belakang. Saat itu dia sempat mendengarkan Sandiaga berorasi di depan audiens yang kebanyakan berprofesi sebagai petani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.