Soekarwo Pamitan ke Kepala Daerah dan Forkopimda Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Surabaya, Jawa Timur, 2 April 2018. Sebanyak 222.264 pelajar dari 1.885 lembaga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jawa Timur mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Surabaya, Jawa Timur, 2 April 2018. Sebanyak 222.264 pelajar dari 1.885 lembaga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jawa Timur mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Soekarwo berpamitan kepada seluruh kepala daerah beserta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjelang masa purna tugas sebagai orang nomor satu di Pemprov setempat.

    Baca juga: Soekarwo Bantah Jadi Pengurus Tim Pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin

    "Saya bersama istri, kemudian Pak Wagub dan Bu Fatma, mohon pamit. Besok pukul 24.00 WIB sudah harus berhenti dan digantikan Bu Khofifah dan Mas Emil," ujar Pakde Karwo, sapaan akrab gubernur, di sela silaturahim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam, 11 Februari 2019.

    Pakde karwo dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada 12 Februari 2019 akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2014-2019.

    Pada kesempatan tersebut, ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jatim jika ada kekeliruan saat memimpin dan meminta tak memutus tali silaturahim yang sudah terjalin selama 10 tahun ini.

    "Ibaratnya, hubungan persaudaraan seperti air mancur yang ditebas pedang jenis apapun tak akan bisa putus karena yang berbicara adalah hati serta perasaan," ucap mantan Sekdaprov Jatim itu.

    Soekarwo juga bersyukur selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) dikelilingi orang-orang hebat, khususnya para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang disebutnya sudah bekerja sama dengan sangat luar biasa.

    Pakde Karwo mengingat pada 2010 bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim memiliki program penghapusan lokalisasi dan membentuk Ikatan Dai Lokalisasi (Idial) yang diterjunkan ke lokalisasi untuk mengajak agar mentas dari dunia prostitusi.

    "Alhamdulillah, terakhir pada 2016 lokalisasi di Mojokerto ditutup. Total ada 47 lokalisasi yang dihapus. Keberhasilan itu berkat kerja semua pihak, termasuk dukungan rakyat Jatim," katanya.

    Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu percaya pada kepemimpinan Khofifah-Emil selama lima tahun ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempertahankan kondisi wilayah yang tertib, aman dan damai.

    Sementara itu, Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Wintoro Yulianto mengaku sangat terkesan selama bekerja sama dengan Pakde Karwo dan Gus Ipul yang selama memimpin selalu menunjukkan figur bersahaja, sederhana, humanis, humoris dan dekat di hati masyarakat.

    "Pakde dan Gus Ipul selalu di setiap pidatonya menyampaikan pesan moral dan membangun, lalu senantiasa memberi semangat masyarakat Jatim. Keduanya selalu menebarkan semangat meningkatkan kinerja," katanya.

    Sedangkan, Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan juga mengenang ketika bertugas bersama Soekarwo untuk bersama-sama menjamin keamanan serta ketertiban masyarakat setempat.

    Baca juga: Gubernur Soekarwo Tunggu Langkah KPK atas Kasus Bupati Malang

    "Pakde Karwo selalu mampu memberikan solusi atas permasalahan hanya dengan 'ngopi' dan 'ngerokok'. Kondisinya yang guyub membuat saya menyesal, kenapa tidak dari dulu sebagai Kapolda Jatim," katanya sembari tertawa.

    Pada silaturahim tersebut turut hadir Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, kemudian mayoritas kepala daerah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati, Wakil Bupati Trenggalek Moh Nur Arifin dan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.