Erick Thohir Memastikan Ahok Tak Ada di Struktur TKN Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengunjungi kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali di Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019.  Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, resmi mengumumkan dirinya sebagai anggota PDIP dalam kunjungan ke Bali. Johannes P. Christo

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengunjungi kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali di Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, resmi mengumumkan dirinya sebagai anggota PDIP dalam kunjungan ke Bali. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak akan masuk ke dalam struktur TKN. Adapun terkait bergabungnya Ahok ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Erick mengatakan itu merupakan haknya sebagai warga negara.

    Baca: TKN Akui Ahok Bisa Jadi Bahan Serangan Lawan Politik Jokowi

    Ia mengatakan bergabungnya Ahok ke PDIP adalah hal yang wajar. Erick menyontohkan ada Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang mendukung Jokowi lalu memilih masuk ke Partai Golkar. Ada pula Yenny Wahid yang mendukung Jokowi tetapi memilih untuk tidak masuk ke partai. Namun ia memastikan Ahok tidak ada dalam struktur TKN.

    "Apakah Pak BTP (Ahok) di TKN, ya tidak ada. Kan (TKN) sudah ada strukturnya," kata Erick di Hotel Pullman, Jakarta, Ahad 10 Februari 2019.

    Namun, Erick menambahkan, gerakan kampanye memenangkan Jokowi - Ma'ruf bukan hanya dilakukan oleh TKN saja. Ia menyebut, ada juga kelompok-kelompok lain, seperti relawan, komunitas alumni, komunitas seniman, komunitas pengusaha, dan lainnya, termasuk partai politik.

    Pemilihan presiden dan pemilihan legislatif akan digelar serentak pada Pemilu 2019. Karena pemilihannya bersamaan, menurut Erick, kedua pemilihan itu akan saling mempengaruhi.

    Baca: Ahok Masuk PDIP, Ketua PSI: Istri Baru, Partai Baru, Selamat Pak

    Ia mengatakan TKN menginginkan semua partai politik pengusung maupun pendukung Jokowi - Ma'ruf lolos ke parlemen. Tujuannya, kata dia, agar pemerintahan nanti berjalan dengan mulus.

    Erick meyakini bahwa Jokowi punya coat tail effect atau efek ekor jas yang kuat bagi partai politik pengusungnya. Sama halnya dengan pileg. Menurut Erick, kader-kader parpol dapat bermanfaat bagi proses kampanye paslon 01, terutama calon legislatif. Ia meyakini caleg-caleg parpol pengusung itu akan memasang foto Jokowi pada alat peraga kampanye mereka, yang akan berujung mengerek elektabilitas Jokowi.

    "Ini pertama kali pemilu bersamaan. Tentu masing-masing partai punya persaingannya sendiri. Tentu kami harapkan partai koalisi untuk menang. Karena kami tidak mau Pak Jokowi memerintah terhambat karena suara di parlemen terbatas," ujar Erick.

    Baca: Hasto: Ahok Anggota Biasa PDIP dan Tak Kampanye di Pemilu 2019

    Sebelumnya Ahok dikabarkan telah bergabung bersama partai berlogo banteng ini. Kabar ini disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. "Saya mendapat info, Ahok sudah punya KTA (kartu tanda anggota). Jadi secara administratif sudah tak ada soal," ujar Hendrawan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.