Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan, Jokowi: Demi Rasa Keadilan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua PWI Atal Sembiring Depari serta Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono bersiap-siap memukul tongtong alat musik Madura saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 Februari 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua PWI Atal Sembiring Depari serta Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono bersiap-siap memukul tongtong alat musik Madura saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 Februari 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan telah mencabut remisi terhadap I Nyoman Susrama, pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Kepastian ini didapat setelah Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden baru untuk mencabut remisi.

    Baca: Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan Bali

    "Sudah diputuskan, sudah saya tandatangani. Karena ini menyangkut rasa keadilan masyarakat," kata Jokowi saat ditemui di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Februari 2019.

    Jokowi mengatakan keputusan ini diambil setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat maupun jurnalis. Setelah mendapat masukan, Jokowi kemudian memerintahkan Dirjen Lapas Kemenkumham untuk menelaah dan mengkaji pemberian remisi itu.

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pembatalan remisi itu menunjukkan kepedulian dan komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan pekerja media dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat menjadi poin perhatian Presiden,” kata Moeldoko.

    Moeldoko mengatakan Jokowi mengerti kegelisahan para wartawan dan pekerja media yang harus mendapatkan perlindungan saat bertugas. Ia menambahkan, kasus ini tidak bisa dilihat sepotong-sepotong, karena pengajuan remisi kepada ratusan narapidana dengan kasus yang berbeda-beda.

    Baca: Jokowi: Publik Pecaya Media Konvensional Ketimbang Media Sosial

    Nyoman Susrama dihukum seumur hidup setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena membunuh Prabangsa. Hakim meyakini motivasi pembunuhan itu adalah pemberitaan di harian Radar Bali yang ditulis Prabangsa pada 3, 8, dan 9 Desember 2008. Berita tersebut menyoroti dugaan korupsi proyek-proyek di Dinas Pendidikan Bangli, di Bali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.