Jokowi: Saatnya Saya Harus Bicara Agar Tak Ada Fitnah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berdialog dengan warga saat acara penganugerahan Tokoh Hutan Sosial Pilihan Tempo dan penyerahan SK Hutan Sosial di Wana Wisata Pokland Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 8 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berdialog dengan warga saat acara penganugerahan Tokoh Hutan Sosial Pilihan Tempo dan penyerahan SK Hutan Sosial di Wana Wisata Pokland Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 8 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Cianjur- Presiden RI Joko Widodo mengatakan situasi saat ini membuatnya harus bicara. “Saat ini saya harus bicara," ujar Jokowi di Wana Wisata Pokland, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat 8 Februari 2019.

    Jika sebelumnya Jokowi selalu diam, sekarang perlu memberikan penjelasan agar tidak selalu jadi korban fitnah. "Selama ini saya mencoba diam, tapi sekarang tak bisa dibiarkan karena akan menjadi fitnah," ujar Jokowi di Wana Wisata Pokland, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat 8 Februari 2019. Ia membantah jika ia berbicara karena marah.

    Baca: Jokowi Hadiri Anugerah Tokoh Hutan Sosial Pilihan Tempo

    Di hadapan ribuan masyarakat pemanfaat hutan sosial, Jokowi 'curhat' soal dirinya yang selama ini jadi korban fitnah. Tapi, sebelumnya, dia memilih diam. "Saya dituding PKIlah. Dituding mengkriminalisasi ulamalah.”

    Menurut Jokowi, ada ribuan ulama. “Kalau ada satu yang bermasalah kena kasus hukum, misalnya, ya dihukum, bukan berarti kiminalisasi."

    Baca: LSI: Kasus Ahmad Dhani Pengaruhi Suara Jokowi di Kaum Terpelajar
     
    Jokowi juga sering difitnah anti Islam. Padahal, kata Jokowi, dialah yang menandatangani Hari Santri. "Yang tanda tangan Hari Santri siapa? Sekarang saya harus ngomong, tapi bukan marah."

    Jokowi juga sering dituding antek asing. Padahal tanpa banyak bicara, ujar Jokowi, Blok Mahakam yang 50 tahun dikelola asing, pada 2015 diambil alih Pertamina. Demikian pula dengan Blok Rokan yang 90 tahun dikelola Chevron. Saat ini sudah dikuasai 100 persen oleh Indonesia.

    Simak: Konsultan Politik Amerika Stanley Greenberg Bantah Bantu Jokowi

    Freeport yang lebih dari 40 tahun dikuasai perusahaan Amerika, pada 2018 mayoritas sahamnya diambil alih pemerintah. “Itu bukan pekerjaan mudah. Kalau mudah, pemerintah sebelumnya pasti bisa melakukannya," kata Jokowi.

    Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam fitnah, hoaks, dan dusta. "Hati-hati! Gunakan pikiran dan rasionalitas. Kata Cak Lontong: Mikir! Mikir! Mikir!" ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.