Keluarga Sebut Pentolan ISIS Indonesia Abu Walid Tewas di Suriah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota ISIS memegang bendera di Raqqa , 29Juni 2014. REUTERS

    Anggota ISIS memegang bendera di Raqqa , 29Juni 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pentolan ISIS asal Indonesia, Abu Walid dikabarkan tewas dalam sebuah serangan di Suriah. Dia diperkirakan masuk ke Suriah sejak tiga tahun silam.

    Baca: Kepada Trump, Erdogan Bilang Turki Siap Ambil Alih Kota Manbij

    "Kabarnya terkena pecahan peluru," kata saudara kandungnya, Muinudinillah Basri saat dikonformasi, Sabtu 2 Februari 2019. Menurutnya, Abu Walid tewas dalam sebuah insiden bersenjata pada Rabu pekan lalu.

    Hingga saat ini keluarga belum memperoleh informasi resmi dari pemerintah terkait kabar tersebut. Mereka justru mengetahuinya dari kabar yang beredar di media perpesanan instant. "Ada foto jenazahnya dan saya bisa mengenalinya," katanya.

    Muinudinillah mengaku tidak tahu pasti kapan Abu Walid berangkat ke Suriah. "Sepertinya sudah tiga tahun ini," katanya. Abu Walid juga memboyong keluarganya ke negara yang tengah berkonflik itu.

    Abu Walid alias Mohammed Yusop Karim Fais alias Saifuddin itu merupakan pria yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Dia pernah ditangkap di Filipina. Pada 2013, dia dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia. Beberapa saat kemudian, pria itu menghilang.

    Simak juga: Komandan ISIS di Afganistan Tewas

    Pria kurus itu beberapa kali muncul dalam video propaganda ISIS yang disebarkan. Dia disebut-sebut sebagai salah satu tokoh penting di kelompok ISIS. Pada Agustus tahun lalu, pemerintah Amerika Serikat memasukkan namanya dalam daftar hitam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.