Anggaran Jembatan Suramadu Membengkak 20 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Anggaran pembangunan megaproyek Jembatan Suramadu membengkak sampai 20 persen dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,2 triliun. Hal itu disebabkan perubahan desain pada kedalaman tiang pancang di sisi Surabaya, Madura dan tiang pancang sisi tengah.Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, ketika meninjau pembangunan jembatan Suramadu sisi Surabaya dan Madura, Jumat (8/2).Menurut Djoko, pondasi atau tiang pancang jembatan yang melintasi Selat Madura sepanjang 5,4 ribu meter ini di sisi Surabaya dan Madura awalnya di kedalaman 45 meter. Namun, setelah dilakukan penelitian ulang, ternyata tiang pancang ini tidak menyentuh tanah keras, sehingga pihak proyek harus menambah pada kedalaman sampai 80-90 meter. Begitu juga di pylon 9 tiang pancang sisi tengah) yang awalnya hanya 70 meter menjadi 95-120 meter."Memang ada pembengkakan biaya, ada pondasi waktu studi awal tidak sempurna, sehingga tiang pancang tidak sampai pada tanah keras, sehinga kedalamannya ditambah," katanya.Pembengkakan ini, tambahnya, termasuk jika dihitung eskalasinya. Sebagai proyek multiyears, proyek ini selalu ada closed eskalasi. Setelah tahun kedua dibayar sesuai dengan eskalasinya. "Maka total jenderal naik dari kontrak asli sekitar 20 persen," ungkapnya.Namun, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V, Yuzid Toyib, membantah kenaikan dana dari anggaran awal Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,2 triliun itu disebut pembengkakan. Alasannya, perubahan anggaran itu terjadi sejak pembangunan tiang pancang belum dilaksanakan. "Itu bukan pembengkakan. Itu memang perubahan desain tiang pancang sebelum investigasi tanah," jelasnya.Djoko Kirmanto yakin pembangunan jembatan ini akan selesai sebelum akhir 2008. Rencananya pemerintah akan membentuk suatu badan yang bertugas mengoperasikan jembatan Suramadu."Nantinya yang lewat harus bayar, tapi pembayaran ini bukan untuk mengembalikan investasi, hanya untuk biaya operasional. Namun tetap harus terjangkau masyarakat," ujarnya. Badan tersebut, jelas Kirmanto, akan dibentuk melalui keputusan presiden yang akan keluar sebelum jembatan selesai.Adi Mawardi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.