Busana Batik Mewarnai Pertemuan Kepanduan Asia Pasifik di Bangkok

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan pejabat kepanduan Asia Pasifik di Wisma Duta kedutaan besar RI di bangkok, 26-28 Jnauari 2019. Istimewa/Kwarnas

    Pertemuan pejabat kepanduan Asia Pasifik di Wisma Duta kedutaan besar RI di bangkok, 26-28 Jnauari 2019. Istimewa/Kwarnas

    TEMPO.CO, Bangkok - Batik khas Pekalongan mewarnai pertemuan Kepanduan Asia-Pasifik di Bangkok, Thailand, yang berlangsung di Wisma Duta Kedutaan Besar RI di Bangkok, 26-28 Januari 2019.

    Dutabesar RI di Thailand, Kak Ahmad Rusdi, yang juga Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Kerjasama Luar Negeri  memimpin langsung Orientasi n Induction/ Perkenalan bagi 11 anggota Komite dan 60 anggota Sub Komite dari 29 negara. Saat ini Kak Ahmad Rustandi juga menjabat sebagai Ketua Komite Kepanduan Asia-Pasifik masa bakti 2018-2021.

    Acara ini dihadiri wakil dari Komite Kepanduan Sedunia, serta dari Kantor Pendukung Kepanduan Asia-Pasifik.  Demikian rilis Kwarnas Pramuka yang diterima Tempo, Selasa, 29/1.  

    Dalam pertemuan dengan para anggota Komite Kepanduan Asia-Pasifik yang tersebut para peserta mengenakan baju batik. Busana tersebut didesain dan dicetak khusus di Pekalongan dengan logo kepanduan sedunia dan logo Pramuka.

    Hadiah cantik ini disambut gembira dan hangat para peserta.  “Sangat cantik sekali”, puji salah satu peserta.

    Sebelumnya, saat acara pembukaan Organisasi nasional kepanduan Thailand (National Scout Organization of Thailand/NSOT) telah menyerahkan sumbangan sebesar 200.000 Baht (sekitar Rp 100 juta) untuk membantu penanganan korban tsunami di Banten dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Sumbangan disampaikan kepada Kak Ahmad Rusdi yang didampingi Kak Berthold Sinaulan, Wakil Ketua Kwarnas Kehumasan & Informatika.

    “Inilah salah satu perwujudan persaudaraan universal antarpramuka di mana pun berada,” kata  Kak Ahmad Rusdi.

    TEMPO.CO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.