Alasan Kubu Prabowo Sebut Ipang Dalang Tabloid Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim menunjukan Tabloid Indonesia Barokah yang berhasil diamankan dari sebuah masjid di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Tangerang, Banten, Kamis, 24 Januari 2019. Lukman mengatakan, rumah ibadah harus dijaga kesuciannya sebagai tempat untuk menjalankan kewajiban beribadah. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim menunjukan Tabloid Indonesia Barokah yang berhasil diamankan dari sebuah masjid di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Tangerang, Banten, Kamis, 24 Januari 2019. Lukman mengatakan, rumah ibadah harus dijaga kesuciannya sebagai tempat untuk menjalankan kewajiban beribadah. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menuding Irfan atau Ipang Wahid merupakan dalang Tabloid Indonesia Barokah.

    Baca: 5 Fakta Seputar Tabloid Indonesia Barokah: Alamat Palsu

    Tudingan ini berangkat dari jejak digital Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin di situs Indonesiabarokah.com. Andre berpendapat situs Indonesiabarokah.com memiliki hubungan dengan Tabloid Indonesia Barokah.

    "Kayak Tempo.co pasti versi cetaknya Koran Tempo. Kalau websitenya indonesiabarokah.com pasti tabloidnya Indonesia Barokah," kata Andre pada Ahad, 27 Januari 2019. Andre menyebut Ipang pernah mengirim video ke situs Indonesiabarokah.

    Andre meminta kepada Dewan Pers dan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas berbagai temuan-temuan yang menjadi kecurigaannya itu, termasuk mengusut jejak digital Ipang Wahid.

    Tabloid Indonesia Barokah dilaporkan beredar di pesantren dan pengurus masjid di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di Jawa Barat, tabloid itu ditemukan di 20 kabupaten dan kota. Peredaran surat kabar ini ditangani oleh Bawaslu di provinsi-provinsi tersebut.

    Baca terusannya: Bagaimana tanggapan Ipang Wahid atas tudingan ini.

    Ipang Wahid membantah tuduhan Andre. "Demi Allah, saya tegaskan bahwa saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah," ujar Ipang Wahid, Ahad malam, 27 Januari 2019.

    Kepada Tempo, Ipang mengakui memang pernah mengirimkan video ke situs indonesiabarokah.com. Video tersebut ia kirim sekitar tiga bulan lalu.  Yaitu ‘Islam itu Indah’, ‘Deddy Mizwar’ dan ‘Parodi Bohemian.

    Sepemahaman Ipang, indonesiabarokah.com merupakan sebuah platform terbuka yang sebagian besar kontennya berisi tentang dakwah, di sana siapapun bisa berkontribusi mengirimkan konten-konten kreatif.

    "Enggak ada hubungannya website dengan tabloid. Saya tidak tahu siapa yang membuat tabloid karena semua bebas membuat karya konten kreatif, dengan segala bentuknya," ujar dia.

    Ipang juga mengaku tidak tahu siapa pengelola website tersebut. Termasuk admin akun media sosial Indonesia Barokah, seperti twitter, facebook dan instagram.

    Pelaku usaha advertising ini juga mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial bahwa ada 'orangnya' yang bernama Nizar, yang mengelola web indonesiabarokah.com tersebut.

    Di media sosial, Nizar disebut-sebut mengganti hosting provider Indonesia Barokah dari supercp.com dengan email terdaftar nizar@ipangwahid.com menjadi digitalocean.com dengan email hostmaster@indonesiabarokah.com.\

    Ipang menyebut, Nizar memang salah satu orang yang bekerja di kantornya. "Jadi dia beli hosting sudah lama. Pada waktu kawan-kawan ada yang mau bikin web, mereka pakai hosting itu, karena dipakai juga untuk kerjaan kantor lain. Jadi tidak spesifik dibeli untuk Indonesia Barokah. Jadi enggak ada urusannya," ujar Ipang.

    Simak juga: Dituduh Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini Jawaban Ipang Wahid

    Ipang sendiri mengaku tidak tahu-menahu saat anak buahnya itu membeli hosting dan membuat web. Nizar bekerja di salah satu digital agency milik Ipang Wahid. "Kalau saya dihubung-hubungkan karena namanya sama, ya saya juga enggak mau dituduh-tuduh. Makanya saya klarifikasi," kata dia mengklarifikasi tudingan di balik Tabloid Indonesia Barokah.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.