JK: 85 Persen Milenial Ingin Meningkatkan Keberagamaannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kiri) dan Pelaksana harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita menghadiri penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial bagi para donor darah sukarela di Jakarta, Sabtu 26 Januari 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kiri) dan Pelaksana harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita menghadiri penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial bagi para donor darah sukarela di Jakarta, Sabtu 26 Januari 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tingkat keberagamaan di Indonesia semakin tinggi. Kelompok milenial pun terlibat. "Saya pernah melihat penelitian menyatakan 85 persen anak milenial ingin meningkatkan keagamaanya," kata JK saat menghadiri pembukaan rapat koordinasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Ahad malam, 27 Januari 2019.

    JK menuturkan perubahan sikap milenial ini patut disyukuri. Jika milenial saja ingin meningkatkan keagamaanya, generasi lain pun bukan tak mungkin melakukannya.

    Baca: Soal Tabloid Indonesia Barokah, JK: Beredar di Masjid Itu Salah

    Menurut JK, indikator lain peningkatan tingkat keberagamaan terlihat di lingkungan pemerintahan. Dari hasil pengamatannya mengikuti tes potensi akademik, sekitar 80 persen calon pejabat eselon I yang perempuan mengenakan jilbab.

    Kondisi keberagamaan ini juga terlihat dari banyaknya masjid. Ketua Dewan Masjid Indonesia itu mengaku sampai tak tahu jumlah persis masjid di Indonesia.

    Baca: Banjir di Sulawesi Selatan, JK Instruksikan Perbaikan Lingkungan

    Kementerian Agama, kata JK, memperkirakan jumlahnya mencapai satu juta unit. Namun JK yakin jumlahnya terus berkembang. "Hanya Tuhan yang tahu pasti jumlahnya," kata dia.

    Dia menyatakan perubahan ini perlu dibarengi dengan ilmu pengetahuan yang baik tentang agama. Dia berharap lembaga keagamaan seperti Muslimat NU berpartisipasi mengisi kebutuhan masyarakat mengenai ilmu agama. "Supaya jangan ada paham yang keras, radikal," kata JK kepada kader Muslimat NU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.