Soal Tabloid Indonesia Barokah, JK: Beredar di Masjid Itu Salah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istrinya, Mufidah, menghadiri acara penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 26 Januari 2019. Tempo / Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istrinya, Mufidah, menghadiri acara penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 26 Januari 2019. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Setelah Tabloid Indonesia Barokah beredar menyudutkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jawa Barat, kini muncul selebaran bertuliskan ‘Say No Jokowi-Ma’ruf’ yang beredar di Magelang, Jawa Tengah dan Tasikmalaya di Jawa Barat.

    Saling serang kedua calon pasangan Presiden ini mendapat komentar dari Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK. “Itulah saya katakan ke pengurus masjid, apapun yang masuk masjid dan siapa pun berbuat tetap salah karena masjid dijadikan tempat ajang kampanye,” ucap Jusuf Kalla di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu sore, 27 Januari 2019.

    Baca: Tabloid Indonesia Barokah Bisa Untungkan Dua Capres?

    Tak hanya itu, JK juga menekankan bahwa khotbah dan pengajian sekalipun tidak dibolehkan jika berbau kampanye atau politik praktis. “Jadi bukan hanya tabloid saja, tapi khotbah dan pengajian juga tak boleh kampanye negatif,” tutur orang nomor dua di Indonesia ini.

    Namun ia mengaku pemerintah juga tak bisa memaksakan mereka untuk berhenti mengedarkan selebaran itu ke masjid-masjid. Apalagi jika tak ada orang yang melapor atau merasa dirugikan soal selebaran itu. “Tapi saya dengar sudah ada melapor dari masing-masing. Kalau tak ada melapor kan bagaimana polisi bisa bertindak,” tambah Jusuf Kalla.

    Sebelumnya Tabloid Indonesia Barokah dan selebaran Say No Jokowi beredar di masjid di Pulau Jawa. Masing-masing menyerang calon Presiden nomor urut satu dan dua. Dalam selebaran berwarna hitam putih ‘Say No Jokowi-Ma’ruf’ itu terpampang foto kedua calon Presiden dan Wakil Presiden. Selebaran itu bertuliskan janji adalah hutang, udah banyak janji, banyak hutang pula, bahkan ada tulisan tagar 2019 ganti presiden.

    Simak: Khofifah Sesalkan Tabloid Indonesia Barokah Disebar ke Masjid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.