Ramos Horta Puji Indonesia Aktif Selesaikan Konflik Rohingya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta. TEMPO/Nurdiansah

    Mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerima Nobel Perdamaian tahun 1996, Jose Ramos Horta menyebut Indonesia sebagai negara terbaik yang membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar.

    Baca: Peraih Nobel Ramos Horta Akan Bicara Islam Indonesia di UGM

    Mantan Presiden Timor Leste ini mengapresiasi Indonesia yang menjalankan dialog lintas agama (interfaith dialog) dalam upaya menghentikan kekerasan yang menimpa muslim Rohingya di Rakhine State.

    “Saya bilang ke Ban Ki-moon (mantan Sekjen PBB) dan Aung San Suu Kyi (pemimpin gerakan demokrasi) Myanmar negara terbaik yang membantu Myanmar adalah Indonesia,” kata Ramos Hortad dalam seminar internasional “Islam Indonesia di Pentas Global: Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia” di Balai Senat UGM, Jumat, 25 Januari 2019. Ramos Horta menjadi pembicara kunci bersama Ahmad Syafii Maarif, Yahya Cholil Staquf.

    Komitmen Indonesia untuk terlibat dalam menghentikan kekerasan di Myanmar, kata Ramos tidak lepas dari peran dua organisasi Muslim terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah. Indonesia membantu Myanmar dalam misi kemanusiaan di antaranya bantuan pendidikan dan kesehatan.

    Kepada Ban Ki-moon, Ramos telah mengatakan bahwa Indonesia harus lebih terlibat aktif untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan Myanmar. Indonesia tak punya hambatan dengan Myanmar sehingga negara ini mudah masuk memberikan bantuan.

    Indonesia memiliki pengalaman dalam proses transisi dari kekuasaan militer di era Orde Baru Soeharto menuju demokrasi yang dinamis. Selain itu, Indonesia mampu mengatasi konflik atau kekerasan etnis di antaranya konflik Ambon dan Dayak di Kalimantan.

    Myanmar saat ini mengalami seperti yang Indonesia pernah alami, yakni transisi dari pemerintahan militer menuju demokrasi. “Saya bilang ke Suu Kyi bahwa dia harus bicara kepada Indonesia,” kata Ramos Horta yang merupakan mantan pejuang kemerdekaan Timor Leste itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.