Polisi Ungkap Pemesan Vanessa Angel Pengusaha Tambang di Lumajang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Vanessa Angel (tengah) menjawab pertanyaan wartawan pers seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus prostitusi online di Gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Ahad, 6 Januari 2019.  Vanessa Angel dan model Avriellya Shaqqila ditangkap polisi bersama dua muncikari dan seorang pengusaha di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu 5 Januari 2019. ANTARA/Didik Suhartono

    Artis Vanessa Angel (tengah) menjawab pertanyaan wartawan pers seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus prostitusi online di Gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Ahad, 6 Januari 2019. Vanessa Angel dan model Avriellya Shaqqila ditangkap polisi bersama dua muncikari dan seorang pengusaha di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu 5 Januari 2019. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Arman Asmara membenarkan pria pemakai jasa Vanessa Angel di Surabaya merupakan pengusaha tambang asal Lumajang berinisial R.

    Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Status Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila

    Pria ini dan Vanessa digerebek polisi di kamar sebuah hotel bintang lima di kawasan Surabaya Barat pada Sabtu sore pekan lalu. "Ya, dia pengusaha," kata Arman di Polda Jawa Timur, Senin, 7 Januari 2019.

    Menurut Arman pengguna jasa Vanessa Angel itu untuk sementara lolos dari hukum karena belum ada aturan perundangan yang bisa menjerat. Namun polisi tetap mendalami peran yang bersangkutan.

    Vanessa Angel dan model majalah pria dewasa Avriellya Shaqqila dilepas polisi setelah diperiksa selama 24 jam. Mereka hanya dikenai sanksi wajib lapor.

    Baca juga:  Polisi Periksa Pengusaha yang Diduga Pemesan Vanessa Angel

    Dalam perkara ini polisi hanya menetapkan dua muncikari Endang S dan Tantri N sebagai tersangka. Namun menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera, status Vanessa dan Avriellya bisa saja dinaikkan statusnya dari wajib lapor menjadi tersangka.

    "Itu jika dalam pengembangan penyidikan ada temuan Vanessa dan Avriellya mendapatkan penghasilan dari kegiatan dua muncikari ini," kata Barung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.