Said Aqil: Nahdliyin Tak Diarahkan Dukung Tokoh NU di Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal cawapres, KH Ma'ruf Amin (tengah), berbincang dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kiri), dan Ketum PBNU, Said Aqil Siroj (kanan), saat berpamitan untuk melaksanakan Ibadah Haji di kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Di Mekkah, Ma'ruf akan sekaligus menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bakal cawapres, KH Ma'ruf Amin (tengah), berbincang dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kiri), dan Ketum PBNU, Said Aqil Siroj (kanan), saat berpamitan untuk melaksanakan Ibadah Haji di kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Di Mekkah, Ma'ruf akan sekaligus menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan anggotanya tak perlu diarahkan untuk mendukung tokoh NU yang bertarung di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Menurut Said, mereka sudah tergerak sendiri.

    Baca juga: Cucu Pendiri NU Janjikan 60 Persen Suara untuk Prabowo - Sandiaga

    "Warga NU ada rasa terpanggil untuk memenangkan tokohnya. Tapi tanpa diarahkan, tanpa dikampanyekan. Jadi terpanggil sendiri untuk mensukseskan tokohnya," kata Said di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.

    Itu alasannya, kata dia, NU tak pernah menggiring warganya agar secara khusus melakukan kampanye. "PBNU bukan mesin politik," ujarnya.

    Said tak menyebut dengan gamblang tokoh yang dimaksud. Namun satu-satunya kontestan pemilihan presiden 2019 yang berafiliasi dengan NU ialah calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Ketua Majelis Ulama Indonesia itu merupakan mantan Rasi Aam PBNU.

    Baca juga: JKSN: Tidak Memilih KH Ma'ruf Amin Berarti Injak-injak Kepala NU

    Ma'ruf sebelumnya juga menerima kunjungan pejabat Rais Aam PBNU di kediamannya, Menteng, Jakarta, kemarin. Mereka membahas upaya pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

    "Kehadirannya bersama beberapa khatib melaporkan pertemuan ulama-ulama NU di seluruh Indonesia dalam rangka memenangkan Pak Jokowi dan saya sebagai capres dan cawapres," ujar Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.