OTT Kementerian PUPR, Laode: Diduga Terkait Penyediaan Air Minum

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan tentang alasan lembaganya menolak pasal tentang korupsi dimasukkan dalam rancangan KUHP di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Tempo Rezki Alvionitasari.

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan tentang alasan lembaganya menolak pasal tentang korupsi dimasukkan dalam rancangan KUHP di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Tempo Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan atau OTT Kementerian PUPR pada Jumat, 28 Desember 2018. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif, mengatakan OTT Kementerian PUPR kasus ini diduga terkait dengan proyek penyediaan air minum di sejumlah daerah.

    Baca juga: OTT Kementerian PUPR, KPK Sita Rp 500 Juta dan Sekardus Uang

    “KPK sedang mendalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana,” kata Laode saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Desember 2018.

    KPK menangkap 20 orang dari Kementerian PUPR dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sejumlah proyek yang dikelola Kementerian PUPR, swasta, dan pihak lain.

    "Tim mengamankan barang bukti awal sebesar Rp 500 juta dan SGD 25 ribu serta satu kardus uang yang sedang dihitung," kata Laode saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Desember 2018.

    Baca juga: BNPB: Sejumlah Lokasi Pengungsian Belum Tertangani dengan Baik

    Menurut Laode, OTT dilakukan timnya pada Jumat sore hingga malam ini di Jakarta. “Sebagai bagian dari proses kroscek informasi masyarakat tentang terjadinya pemberian uang pada pejabat di Kementerian PUPR," ujar Laode.

    Setelah melakukan OTT Kementerian PUPR, kata Laode, saat ini KPK tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang ditangkap tersebut. "Sesuai KUHAP dalam waktu maksimal 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan," ujar Laode.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.