Polisi Periksa Sesmenpora dalam Kasus Pengaturan Skor Sepak Bola

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto Sambangi KPK untuk Meminta Kejelasan Status Hambalang, Senin, 28 Maret 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto Sambangi KPK untuk Meminta Kejelasan Status Hambalang, Senin, 28 Maret 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto memastikan akan memenuhi panggilan dari Badan Reserse Kriminal Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor sepak bola. Dia akan memberikan keterangan ke Bareskrim pada Rabu, 26 Desember 2018. "Iya betul," kata dia dihubungi Rabu, 26 Desember 2018.

    Baca: Dugaan Pengaturan Skor Sepak Bola, PSMP Ajukan Banding ke PSSI

    Kasus dugaan pengaturan skor di pertandingan sepak bola kembali mencuat ke publik setelah diembuskan oleh Manajer Madura FC Januar Herwanto. Dia mengatakan pernah ditawari uang oleh anggota komite eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Hidayat agar timnya mengalah saat melawan PSS Sleman di Liga 2.

    Setelah isu itu mencuat, Hidayat memutuskan mundur dari jabatan Exco PSSI. Komisi Disiplin PSSI hanya melayangkan sanksi kepada Hidayat berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta serta dilarang memasuki stadion selama dua tahun.

    Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola, 21 Desember 2018.

    Tak hanya Ratu Tisha, ada empat orang lainnya yang turut dipanggil. Mereka adalah Januar Herwanto, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera, dan Sekjen BOPI Andreas Marbun. Tisha mangkir dari panggilan tersebut.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan kelima orang itu diduga mengetahui standar operasional prosedur dalam pertandingan sepak bola. Polisi juga menduga kelima orang itu mengetahui seputar kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola.

    Simak juga: Pemain Dihukum Seumur Hidup, Mojokerto Putra pun Banding ke PSSI

    Dedi mengatakan selain kelima orang tersebut, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan kasus dugaan pengaturan skor sepak bola terhadap tujuh orang lainnya pada 26-28 Desember mendatang. Gatot merupakan satu di antaranya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.