Ma'ruf Amin Sebut Ahok Sudah Dukung Kubunya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin berencana membagikan 5.000 buah bola futsal bertuliskan KMA (Kiai Ma'ruf Amin) ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin berencana membagikan 5.000 buah bola futsal bertuliskan KMA (Kiai Ma'ruf Amin) ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ma'ruf Amin menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sudah mendukung Jokowi-Ma'ruf di pemilihan presiden 2019. Karena itu, ia tak perlu repot-repot membujuk Ahok untuk mendukung kubunya setelah bebas dari tahanan pada Januari 2019.

    Baca: Belum Boleh Berjalan, Ma'ruf Amin Nekat Turun ke Banten Hari Ini

    "Sudah mendukung, hahaha," ujar Ma'ruf Amin sambil tertawa saat wawancara ekslusif Tempo di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta, Jumat pekan lalu.

    Ma'ruf menyebut, urusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyulut demo besar 2 Desember 2016 dan berujung pemidanaan Ahok, sudah selesai. "Enggak ada masalah (jika bertemu). Sudah selesai urusan dengan Ahok," ujar kiai yang masih menjabat Ketua MUI ini.

    Menurut Ma'ruf, Ahok tidak mungkin keluar dari barisan pendukung Jokowi, atasannya saat menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Kan saya bilang, kalau tidak mau pilih saya, pilih Pak jokowi. Begitu juga kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, ya pilih saya. Gampang. Beda pilihan enggak masalah," ujar Ma'ruf sambil tertawa.

    Baca: PARA Syndicate: Ketokohan Ma'ruf Amin Belum Angkat Elektabilitas

    Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga mengatakan, Ahok sudah pasti mendukung Jokowi dalam pilpres 2019. Menurut Djarot, Ahok telah menyampaikan kepadanya saat berkunjung di Mako Brimob, Depok sekitar sebulan yang lalu.

    "Beliau sudah katakan seperti itu. Siapa pun yang diambil Pak Jokowi (sebagai cawapres), beliau pasti mendukung," ujar Djarot di Posko Cemara, Jakarta pada Selasa, 16 Oktober 2018.

    Menurut keterangan Djarot, Ahok menilai bahwa Jokowi harus melanjutkan kepemimpinannya selama lima tahun lagi. "Pak Ahok sempat cerita, lima tahun itu tak cukup. Perlu penuntasan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.