Selasa, 18 Desember 2018

Jokowi Cerita Infrastruktur kepada Santri Muallimin Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berfoto dengan peserta seusai memberikan mambuka Muktamar ke XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 19 November 2018. Presiden berpesan kepada peserta untuk menjaga karakter keindonesiaan dan karakter keislaman di tengah penggunaan internet atau media sosial secara bertanggung jawab. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo berfoto dengan peserta seusai memberikan mambuka Muktamar ke XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 19 November 2018. Presiden berpesan kepada peserta untuk menjaga karakter keindonesiaan dan karakter keislaman di tengah penggunaan internet atau media sosial secara bertanggung jawab. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pentingnya infrastruktur kepada para santri dan santriwati dalam peringatan milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Muhammadiyah Yogya, Kamis, 6 Desember 2018. "Biar anak-anak tahu kenapa infrastruktur ini dibangun, baik infrastruktur jalan tol, airport, jalur kereta api, pembangkit listrik, pelabuhan,” ujar Jokowi di hadapan para pelajar.

    Infrastruktur, kata Jokowi, dibutuhkan untuk mobilitas orang dan barang agar menjadi cepat. Presiden mencontohkan, jika tidak ada bandara di Yogya, orang harus naik mobil yang membutuhkan waktu sekitar 8 jam dari Jakarta. Tetapi, dengan adanya bandara, lama perjalanan dari Jakarta-Yogyakarta dengan pesawat hanya 50 menit. "Artinya, kecepatan mobilitas orang dan mobilitas barang.”

    Baca: Jokowi: Jangan Ada yang Menyampaikan ...

    Dari sisi ekonomi, infrastruktur diperlukan untuk bersaing dan berkompetisi dengan negara lain. “Kalau negara lain punya bandara kita enggak, kita enggak akan bisa bersaing dengan mereka."

    Infrastruktur juga diperlukan untuk konektivitas. Sebagai negara besar, kata Jokowi, Indonesia harus saling sambung menyambung antarpulau, antarprovinsi, dan antarkabupaten. Setidaknya, di setiap daerah bisa dibangun bandara atau pelabuhan.

    Baca: Tanggung Jawab Pembunuhan 31 Pekerja di ...

    Dengan tersambungnya setiap wilayah di Indonesia maka negara besar bisa disatukan dan diintegrasikan. "Membangun infrastruktur bukan hanya untuk urusan ekonomi, tapi persatuan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa besar," kata dia.

    Jokowi memberi contoh kondisi jalan utama sepanjang Merauke sampai Boven Digoel pada 2-3 tahun yang lalu. Jalan sepanjang 120 kilometer itu sebelumnya harus ditempuh selama 2-3 hari. Bahkan, kata Jokowi, pengendara harus menginap dan memasak di jalan.

    Simak: Jokowi: Jangan Ada yang Menyampaikan ...

    Meski pembangunan di Papua baru-baru ini mengalami masalah, di mana para pekerjanya diserang kelompok kriminal bersenjata, Jokowi mengatakan kasus itu tidak akan menyurutkan tujuan pemerintah membangun Papua. "Kita tahu Sabang sampai Merauke, Miangas  sampai Pulau Rote butuh infrastruktur untuk dibangun. Harus sambung menyambung.”

    Orang Aceh harus kenal Papua. Orang Papua harus kenal orang Kalimantan. Orang Kalimantan harus kenal orang Jawa. “Orang Jawa harus kenal orang Sulawesi," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.