Sabtu, 15 Desember 2018

Sebagian Besar Moda Transportasi Angkutan Natal dan Tahun Baru Diprediksi Naik

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar press Background dengan tema

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar press Background dengan tema "Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018" di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018. (dok Kemenhub)

    INFO NASIONAL-- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi moda angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mengalami peningkatan, kecuali untuk angkutan darat. Angkutan darat diprediksi turun karena peningkatan peralihan penggunaan kendaraan pribadi.

    Direktur Lalu Lintas Kereta Api Kemenhub Zulmafendi mengatakan untuk Natal dan Tahun Baru, PT KAI (Persero) menyiapkan  394 perjalanan kereta api, terdiri dari 346 perjalanan kereta regular dan 48 kereta tambahan. “Jumlah ini  meningkat 5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 375 perjalanan kereta api,” kata Zulmafendi dalam Press Background Kementerian Perhubungan tentang “Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018” di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.

    PT KAI menyiapkan 1.637 unit kereta api, 218 unit kereta cadangan dan 24 kereta tambahan (48 perjalanan KA) dengan total kapasitas seat sebanyak 27.560 per hari. Kereta tersebut sebagian besar mulai beroperasi pada 20 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019.

    Peningkatan jumlah penumpang juga diprediksi akan dialami oleh angkutan udara. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiarton mengatakan jumlah penumpang angkutan udara 6.069.554 penumpang meningkat 8,76 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 6.537.119 orang. Jumlah itu terdiri dari 5.682.791 penumpang domestik dan 854.328 penumpang luar negeri.

    “Untuk angkutan Natal dan Tahun, prediksi peningkatan penumpang terutama terjadi di wilayah Indonesia Timur,” ucap Nur Isnin.

    Untuk moda angkutan laut juga diprediksi mengalami peningkatan dengan jumlah tujuan terbesar ke wilayah Indonesia Timur. Ferdy Trisanto, Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut mengatakan untuk tahun ini jumlah penumpang diperkirakan akan naik tipis 3,49 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 37.564 penumpang.

    “Kami telah menyiapkan armada sebanyak 1.293 kapal dengan kapasitas angkut 3.415.83 penumpang,” ucap Ferdy.

    Ferdy menambahkan posko penyelenggaraan angkutan laut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mulai dilaksanakan pada 18 Desember hingga 8 Januari 2019. Ditjen Perhubungan Laut akan memantau kesiapan 52 pelabuhan. “Kami optimistis penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru akan berjalan dengan lancar dan aman.”

    Sementara untuk angkutan darat diprediksi mengalami penurunan sekitar 2,5 persen. Menurut Kasubdit Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Avi Mukti Amin, prediksi penurunan ini selain karena kemungkinan peningkatan penggunaan kendaraan pribadi juga karena perbedaan karakteristik dengan angkutan mudik Lebaran.

    “Pada Natal dan Tahun Baru, peningkatan penumpang angkutan darat terjadi pada tempat-tempat pariwisata dan keramaian,” ucap Avi.  

    Avi juga mengatakan Ditjen Perhubungan Darat akan memberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang pada empat ruas jalan tol dan tiga jalan nasional. Pembatasan  operasional mobil barang ini mulai berlaku pada 21-22 Desember dan 25 Desember.

    “Sementara untuk periode Tahun Baru dimulai pada 28 – 29 Desember 2018 dan 1 Januari 2019 mulai pukul 00.00 WIB,” ucap Avi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.