BBM Satu Harga Hadir di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman dalam peresmian SPBU Kompak di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat Oktober 2018. (dok DEN)

    Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman dalam peresmian SPBU Kompak di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat Oktober 2018. (dok DEN)

    INFO NASIONAL – Dalam peta jalan atau road map BBM Satu Harga pada tahun 2017 ditargetkan 57 titik, tahun 2018 ditargetkan sebanyak 73 titik, dan tahun 2019 sebanyak 30 titik, dengan total target 160 titik selama tiga tahun. Realisasi yang dicapai Pemerintah menggembirakan, yakni pada tahun 2017 realisasi tercapai sesuai target. Bahkan, capaian sampai dengan kuartal ketiga tahun 2018 sudah terealisasi 98 titik, termasuk 21 titik dalam proses peresmian.

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya memberikan nilai energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan merealisasikan Program BBM Satu Harga. Masyarakat di wilayah terdepan bisa mendapatkan harga yang sama untuk mendapatkan kebutuhan energi seperti BBM. Komitmen pemerintah dalam mewujudkan Program BBM Satu Harga terus dilakukan.

    Jenis  BBM yang diatur dalam Permen ESDM No.36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu harga Jenis Bahan Bakar Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Secara Nasional terdiri dari pertama,  jenis BBM tertentu yang meliputi Minyak Solar 48 (Gas Oil) dan Minyak tanah (Kerosene).  Kedua, jenis BBM khusus penugasan yang meliputi Bensin (Gasoline) minimum RON 88.

    Pendistribusian jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan di seluruh wilayah NKRI dilakukan oleh badan usaha penerima penugasan yaitu badan usaha yang mendapat penugasan untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan/atau jenis BBM khusus penugasan, kepada konsumen pengguna jenis BBM khusus penugasan melalui penyalur yang ditunjuk.

    Sekretararis Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Saleh Abdurrahman dalam peresmian SPBU Kompak di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat Oktober 2018 lalu mengatakan bahwa program BBM Satu Harga sesuai dengan arahan Presiden untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan.

    BBM Satu Harga difokuskan pada daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Diharapkan dengan adanya penyalur BBM satu harga ini dapat membantu roda perekonomian masyarakat. (*)

    (DEN/HUMAS/TR/AM)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.