Hari ini, Jokowi Kunjungan Kerja ke Bogor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai meresmikan pengoperasian Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 1 (Ciawi-Cigombong) di Gerbang Tol Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Desember 2018. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi I yakni dari Ciawi hingga Cigombong akan digratiskan selama seminggu setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai meresmikan pengoperasian Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 1 (Ciawi-Cigombong) di Gerbang Tol Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Desember 2018. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi I yakni dari Ciawi hingga Cigombong akan digratiskan selama seminggu setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengisi akhir pekannya, hari ini, Ahad, 2 Desember 2018, dengan kunjungan kerja ke Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Tidak ada agenda Jokowi menghadiri Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas).

    Baca: Panitia: Pembatalan Undangan Jokowi Tak terkait Kasus Bahar Smith

    Berdasarkan jadwal resmi yang dikeluarkan Biro Pers Sekretariat Kepresidenan, Jokowi bakal menghadiri acara pemasangan instalasi listrik PLN di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, sekitar pukul 08.20 WIB.

    Usai menghadiri acara tersebut, Jokowi bergerak menuju Lapangan Bola Bojong Kiharib, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Di sana, Jokowi akan mensosialisasikan prioritas penggunaan dana desa tahun 2019.

    Sebelumnya, panitia Reuni Akbar 212 sempat menyatakan akan mengundang Jokowi untuk hadir. Belakangan panitian menyatakan batak mengundang Jokowi.

    Penanggung Jawab Reuni Akbar Mujahid 212, Slamet Maarif mengatakan, alasan panitia batal mengundang calon presiden nomor 01 itu murni karena kebijakan Jokowi yang dianggap kerap mengecewakan rakyat. "Juga menyangkut keamanan, kenyamanan, dan perasaan beliau (Jokowi)," ujarnya kemarin.

    Pertimbangan lainnya ialah ada masukan dari para ulama dan arahan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab agar panitia membatalkan undangan untuk Jokowi. Panitia, kata Slamet, menilai Jokowi kurang menghargai gerakan 212. Kemudian, kata Slamet, panitia masih melihat penegakkan hukum dan keadilan belum bisa dilaksanakan dengan baik. Sebab, kriminalisasi terhadap ulama belum ada penyelesaiannya.

    Simak: Habib Bahar bin Smith Dicegah ke Luar Negeri

    Selain itu, Slamet khawatir kedatangan Jokowi bisa mengganggu khidmat dan kekhusyukan para umat karena banyaknya protokoler. "Dan tidak bisa dipungkiri bahwa besok yang hadir masih banyak yang kecewa dengan kebijakan-kebijakan Pak Jokowi selama ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.