Status Siaga Darurat di Bandung Menunggu Perkembangan Banjir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan perahu karet melintasi banjir yang melanda Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin 12 November 2018. Banjir hingga 1,5 meter tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Citarum serta intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Warga menggunakan perahu karet melintasi banjir yang melanda Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin 12 November 2018. Banjir hingga 1,5 meter tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Citarum serta intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Ahmad Djohara mengatakan status siaga darurat bencana Kabupaten Bandung akan dinaikkan menjadi tanggap darurat menunggu perkembangan bencana banjir yang setiap musim hujan biasa terjadi di sepanjang Sungai Citarum. “Harus sudah bersiap masuk ke tanggap darurat karena situasi bisa berkembang cepat,”  kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 12 November 2018

    Pengungsi sudah mulai membludak. Hingga kemarin, sedikitnya sudah tercatat 350 penduduk pinggiran Citarum yang mengungsi di tiga lokasi pengungsian.

    Baca: BMKG: Musim Hujan di Jawa Barat Berpeluang Ekstrem

    Dalam tiga hari, curah hujan tinggi sudah menimbulkan banjir di beberapa tempat terutama di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.

    Ahmad mengatakan sejumlah persiapan sudah dilakukan mengahadapi kemungkinan banjir tahunan di Sungai Citarum. Di antaranya persiapan posko pengungsian, logistik, perahu karet dan pelampung, hingga lokasi dapur umum.

    Baca: Jawa Barat Kekeringan, Ridwan Kamil Bikin ...

    Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan umumnya wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim hujan. Hujan ekstrem misalnya terjadi di wilayah Bandung Raya dalam dua hari terakhir. “Pada akhir pekan kemarin curah hujan di Bandung Raya memang cukup ekstrem,” kata dia kepada Tempo, Senin, 12 November 2018.

    BMKG mencatat intensitas hujan pada Ahad, 11 November 2018 di Bandung menembus 53,7 milimeter. Hujan masuk kategori ekstrem jika dalam satu hari curah hujnnya lebih dari 50 milimeter atau lebih dari 20 milimeter satu hari. “(Kemarin, Ahad, termasuk) kategori ekstrem,” ujar Tony.

    Simak: BMKG Prediksi Musim Hujan di Jawa Timur pada ...

    Tony mengatakan potensi hujan ekstrem berpeluang terjadi saat musim hujan. BMKG memberikan informasi cuaca ektrem berdasarkan pantauan dan analisis dari dinamika atmosfer terbaru. Jika berdasarkan pantauan teridentifikasi akan terjadi cuaca ekstrem, dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, di antaranya banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.