Cak Imin Sebut Alasan Kenapa Suara Santri Diperebutkan di Pemilu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tokoh menghadiri acara apel Hari Santri Nasional di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat pada hari ini, Senin, 22 Oktober 2018. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya, Calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Panglima Santri Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. TEMPO/Dewi Nurita

    Sejumlah tokoh menghadiri acara apel Hari Santri Nasional di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat pada hari ini, Senin, 22 Oktober 2018. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya, Calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Panglima Santri Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Santri Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, wajar saja jika suara santri diperebutkan di tahun politik. Sebab, jumlah suara santri sekitar 10 juta suara.

    Baca: Ma'ruf Amin Sampai Cak Imin Hadiri Apel Hari Santri Nasional

    "Jadi kalau bisa memegang hati santri, ya, 10 juta suara. Itu baru jumlah konkretnya, belum lagi para alumni-alumninya" ujar Muhaimin Iskandar di Tasikmalaya, pada Senin, 22 Oktober 2018.

    Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago sebelumnya mengatakan, dalam setiap hajatan pemilu suara kalangan santri selalu menjadi rebutan, mulai dari kontestasi tingkat lokal sampai pada level nasional. Hal tersebut, ujar dia, wajar karena ceruk segmen suara santri ini cukup besar dan bisa mendongkrak elektabilitas.

    "Para politisi sangat paham akan keberadaan kaum santri yang secara proporsi sangat besar dan akan sangat mempengaruhi peta politik. Sehingga sangat wajar dukungan dari segmen ini memberi kontribusi yang sangat besar terhadap tingkat keterpilihan dalam setiap hajatan konstestasi elektoral," ujar Pangi lewat keterangannya, kemarin.

    Baca: Hari Santri, Prabowo - Sandiaga Napak Tilas Resolusi Jihad

    Terlebih, ujar Pangi, secara kultural para santri sangat manut, taat dan patuh pada titah para kiai yang mereka anggap sebagai pemimpin dan guru mereka. "Dengan demikian, suara santri ada di tangan kiai. Untuk mendapatkan dukungan politik dari kalangan santri para politisi mutlak harus melakukan pendekatan yang intens pada para kiai sebagai pemegang otoritas di wilayah pesantren," ujar dia.

    Belakangan, dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, memang kerap mengunjungi pesantren dan kiai. Mereka mengklaim kunjungan-kunjungan tersebut bukan untuk berkampanye, melainkan silaturahmi sekaligus meminta dukungan dan restu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.