Wakil Ketua MPR Hadiri Sidang Majelis Tertinggi Liga Dunia Islam

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Negara-negara anggota Rabithah Al Alam Al Islami (Liga Dunia Islam) yang berasal dari berbagai belahan dunia mengadakan pertemuan di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 18 Oktober 2018.

    Negara-negara anggota Rabithah Al Alam Al Islami (Liga Dunia Islam) yang berasal dari berbagai belahan dunia mengadakan pertemuan di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 18 Oktober 2018.

    INFO NASIONAL - Negara-negara anggota Rabithah Al Alam Al Islami (Liga Dunia Islam) yang berasal dari berbagai belahan dunia mengadakan pertemuan di Kota Mekah, Arab Saudi, 18 Oktober 2018. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan puncak atau sidang majelis tertinggi ke-43.

    Sidang majelis tertinggi Rabithah Alam Al Islami kali ini dihadiri pula Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz As Sudais beserta tokoh-tokoh penting organisasi itu. Selain itu, ulama Islam dunia, seperti Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid dan Pimpinan Umum Perhimpunan Ulama Besar Saudi Fahd bin Sa'ad Al Majid.

    Dalam sidang yang dipimpin  Mufti Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Al Syaikh dan Sekretaris Jenderal Rabithah Al Alam Al Islami Muhammad bin Abdul Karim Al Isa, dibahas berbagai permasalahan dunia Islam kontemporer. Terkait dengan masalah yang ada, para peserta, termasuk Hidayat, memberi pandangan dan solusi untuk kecemerlangan juga kebaikan dunia Islam. 

    Imam As Sudais memuji sumbangsih Rabithah Al Alam Al Islami dalam melayani dan berhikmat untuk agama Islam dan kaum muslimin. Organisasi ini disebut sudah berusaha secara maksimal memberikan solusi bagi permasalahan umat Islam di berbagai belahan bumi.  (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.