Jokowi Ingatkan Agar Masalah Defisit BPJS Kesehatan Tak Terulang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatra Utara, Senin, 8 Oktober 2018. Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan <i>civitas academica</i> tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatra Utara, Senin, 8 Oktober 2018. Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan civitas academica tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memperingatkan agar masalah defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan tak terulang di tahun depan.

    Baca juga: Dana Talangan BPJS Kesehatan Rp 4,9 Triliun Telah Cair

    Jokowi mewanti-wanti agar Menteri Kesehatan Nila Moeloeko dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris bisa menyelesaikan masalah itu tanpa meminta solusi dari Presiden.

    "Masa setiap tahun harus dicarikan solusi. Mestinya sudah rampung di Menkes, di Dirut BPJS. Urusan pembayaran utang RS sampai ke Presiden. Ini kebangetan sebetulnya. Kalau tahun depan masih di ulang, kebangetan," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Rabu, 17 Oktober 2018.

    Jokowi kesal karena pemerintah telah memberi talangan sebesar Rp 4,9 triliun untuk menutup defisit BPJS Kesehatan. Dana talangan ini berdasarkan tunggakan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit hingga Juli 2018.

    Baca juga: Jokowi: Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan Masih Dihitung

    Jokowi menilai seharusnya BPJS Kesehatan memperbaiki manajemennya ketimbang terus meminta bantuan pemerintah.

    "'Pak masih kurang. Kebutuhannya bukan Rp 4.9 triliun'. Lah kok enak banget ini, kalo kurang minta, kalau kurang minta. mestinya ada manajemen sistem yang jelas sehingga rumah sakit kepastian pembayaran ini jelas," ucap Jokowi sambil mengulang permintaan BPJS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.