Selasa, 23 Oktober 2018

BMKG: Gempa Situbondo Magnitudo 6,4 Tak Berpotensi Tsunami

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    Jakarta – Gempa Situbondo dengan kekuatan magnitudo 6,4 terjadi pada Kamis, 11 Oktober 2018 pukul 01.44 WIB.

    Baca juga: Gempa Situbondo Magnitudo 6,4 Dirasakan Sebagian Wilayah di Jawa Timur

    “Kedalaman gempa 10 kilometer, tidak berpotensi tsunami,” cuit BMKG lewat akun Twitter mereka @infoBMKG dini hari ini.

    Dari hasil pantauan BMKG, gempa bumi itu tepatnya berada di 7.42 Lintang Selatan, 114.47 Bujur Timur. Posisi titik gempa tersebut berada di 61 kilometer Timur Laut Situbondo, 83 kilometer Tenggara Sumenep, 87 kilometer Timur Laut Bondowoso, 161 kilometer Barat Laut Denpasar dan 860 kilometer Tenggara Jalarta.

    Beberapa warganet yang tinggal di sekitar lokasi memberikan tanggapan soal informasi gempa tersebut. Selain itu, ada pula warganet yang mengatakan getaran gempa juga terasa hingga ke Pulau Lombok dan Pulau Madura.

    Gempa tersebut terasa di sebagian wilayah Jawa Timur.  "Gempa sangat terasa," kata Dian, warga Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.

    Gempa juga dirasakan hingga di Banyuwangi. "Guncangannya sangat keras," kata Umi, warga Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi Kota. Tidak hanya warga Lumajang dan Banyuwangi saja yang merasakan getaran gempa tersebut.

    Warga di wilayah selatan Jawa Timur lainnya juga merasakan getaran Gempa Situbondo tersebut. Pipin, warga Sawojajar, Kota Malang cepat-cepat menyambar dan menggendong bayinya yang baru berumur satu bulan. Warga Surabaya juga merasakan getaran gempa tersebut. "Surabaya juga merasalan gempa tersebut," kata Findica, warga Lumajang yang berdomisili di Surabaya ini.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.