Minggu, 16 Desember 2018

5 Gelar Adat yang Diterima Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat menerima Penganugerahan Gelar Adat Kehormatan dari Ketua Majelis Latupati Provinsi Maluku, 24 Februari 2017. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada dirinya. Setkab.go.id/Humas/Rahmat

    Presiden Jokowi saat menerima Penganugerahan Gelar Adat Kehormatan dari Ketua Majelis Latupati Provinsi Maluku, 24 Februari 2017. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada dirinya. Setkab.go.id/Humas/Rahmat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat gelar bangsawan tertinggi dari Kesultanan Deli di sela kunjungan kerja ke Sumatera Utara, kemarin. Jokowi resmi bergelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri.

    Selain Kesultanan Deli, Jokowi beberapa kali mendapat gelar kehormatan dari sejumlah masyarakat adat yang ada di Indonesia. Berikut daftarnya:

    1. Gelar Adat dari Kesultanan Tidore

    Presiden Joko Widodo mendapat gelar adat "Biji Nagara Madafalo" atau Yang Dipertuan Agung Anak Negara dari Kesultanan Tidore, Maluku Utara. Pemberian gelar ini dilakukan oleh Sultan Tidore H Husaeinsyah, pada 8 Mei 2015.

    Pertimbangan penganugerahan gelar ini berdasarkan catatan sejarah dan adat keraton yang konsisten untuk pelestarian adat, walaupun mengalami keterbatasan sarana dan prasarana.

    2. Gelar Kehormatan dari Maluku

    Presiden Joko Widodo menerima gelar adat kehormatan "Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku". Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonifaxius Silooy menyematkan gelar ini ke Jokowi pada 24 Februari 2017 di Kristiani Center, Ambon, Provinsi Maluku.

    Gelar ini diberikan kepada Jokowi berdasarkan keputusan majelis adat Maluku, yang terdiri atas para tetua adat atau Latupati. Alasannya masyarakat Maluku menganggap Jokowi sebagai pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku.

    3. Gelar Kapiteng Lau Pulo

    Presiden Joko Widodo mendapat gelar Kapiteng Lau Pulo dari lembaga adat Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan, pada 7 Mei 2017. Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah memberikan gelar ini dalam acara Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pegagan, Tanah Bumbu.

    Burhansyah menjelaskan pemberian gelar ini sebagai ungkapan terima kasih kepada Jokowi yang telah menjaga dan melestarikan sumber daya laut.

    4. Gelar Panglima Perang Suku Asmat

    Presiden Joko Widodo mendapat nama adat Kambepit dari masyarakat suku Asmat, saat berkunjung ke Agats, Papua, Kamis, 12 April 2018. Kambepit adalah nama seorang panglima perang Asmat yang berasal dari rumpun Bismania.

    Bagi suku Asmat, panglima perang Kambepit adalah pemimpin pemberani dan visioner. Pemberian nama itu telah diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Asmat.

    Kambepit dianggap mampu memimpin suku Asmat memasuki era perubahan sehingga masyarakat mengenal peradaban modern seperti saat ini.

    5. Gelar Adat dari Kesultanan Deli

    Presiden Joko Widodo resmi bergelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri. Ia mendapat gelar ini dari Kesultanan Deli di sela kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Ahad, 7 Oktober 2018.

    Penyematan gelar ini berlangsung di ruang utama Istana Maimoon. Gelar adat ini merupakan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli.

    Prosesi pemberian gelar dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Prosesi penganugerahan diawali dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Al-Haj.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".