TNI Kirim Pasukan untuk Pengamanan Toko dan SPBU di Palu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan aktivitas bongkar-muat bantuan makanan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Pelabuhan Pantoloan mulai difungsikan kembali untuk mengangkut pengungsi dan distribusi bantuan bencana. ANTARA

    Polisi mengamankan aktivitas bongkar-muat bantuan makanan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Pelabuhan Pantoloan mulai difungsikan kembali untuk mengangkut pengungsi dan distribusi bantuan bencana. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan kembali bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah untuk memastikan pendistribusian bantuan korban bencana gempa dan tsunami Palu sampai ke masyarakat.

    "Hari ini saya akan ke Palu bersama Mekopolhukam," kata Hadi saat ditemui di Markas TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Selasa 2 Oktober 2018.

    Baca: Bantu Korban Gempa Palu, Timses Jokowi Jamin Tanpa Logo Kampanye

    Hadi mengatakan TNI akan mengawal pendistirubusian bantuan dari pintu masuk di utara Parigi dan selatan Mamuju. Tiga batalyon TNI juga akan diterbangkan ke Palu.

    Menurut Hadi, pagi ini ada pasukan yang terdiri dari 500 anggota telah diberangkatkan menuju Palu. Ia mengatakan pasukan kedua tersebut khusus ditugaskan untuk pengamanan wilayah Palu. Sebelumnya TNI telah menurunkan pasukan khusus untuk evakuasi dan tenaga kesehatan.

    Baca: PVMBG Cek Kaitan Gempa Palu dengan Semburan Lumpur Disertai Api

    Hadi mengatakan pasukan yang baru diberangkatkan akan ditempatkan di tempat-tempat umum, seperti pasar, toko, SPBU, ATM dan bandara udara. Mereka, kata Hadi, akan mengawal tempat tersebut untuk memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan setelah adanya pemberitaan penjarahan di sejumlah tempat.

    Menurut pantauan Tempo di Palu pada Senin, 1 Oktober 2018, beberapa warga korban gempa dan tsunami Palu menjarah mini market yang ada di sekitar kota. Penjarahan ditengarai terjadi karena belum meratanya pasokan bantuan kebutuhan pokok ke para pengungsi.

    Warga menjarah minimarket Alfamidi di kawasan Jalan Veteran. Warga bergerombol membuka pintu Alfamidi dan mengambil barang-barang. "Ambil makanan, makanan bayi-bayi," kata salah seorang penduduk yang turut mengambil barang, Sabtu, 29 September 2018.

    Baca: Gempa Palu, 400 Ribu Liter BBM dari Pertamina Tiba di Palu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.