Dari Penjarahan sampai Bantuan Asing, 4 Kilas Balik Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para korban gempa dan tsunami beristirahat di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Posko pengungsian di Lapangan Vatulemo ini dihuni sekitar 1.000 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Para korban gempa dan tsunami beristirahat di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Posko pengungsian di Lapangan Vatulemo ini dihuni sekitar 1.000 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga hari sudah lewat sejak gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Lindu yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018 itu mengakibatkan tsunami di Palu. Hingga saat ini, beberapa kamp pengungsian masih kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Salah satu faktornya adalah infrastruktur di Kota Palu yang rusak. Berikut kilas balik gempa Donggala dan tsunami Palu:

    Baca: Cerita Petobo, Kampung yang Hilang Ditelan Lumpur Saat Gempa Palu

    1. Jumlah korban tewas hampir seribuan

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat Gempa Donggala dan tsunami Aceh hingga Senin, 1 Oktober 2018 adalah 844 orang. "Di kota Palu tetap sama 821 korban meninggal, dimana 744 di antaranya sudah teridentifikasi," kata Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di kantornya, Senin 1 Oktober 2018.

    Baca: Korban Meninggal Gempa Donggala dan Tsunami Palu Jadi 844 Orang

    Sutopo mengatakan 11 korban ditemukan di Kabupaten Donggala dan 12 korban ditemukan di Kabupaten Parigi Moutong. Sedangkan, ia belum mendapatkan informasi data korban di Kabupaten Sigi, yang juga terdampak kerusakan akibat tsunami dan gempa Palu. "Data ini data sementara yang pasti akan terus bergerak," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.