Bangunan Berlokasi di Premium Jakarta Gencar Konservasi Air

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 54 m3/jam, berfungsi untuk menyaring air bersih baik product Palyja ataupun dari yang lainnya sebelum masuk ke tangki pemakaian (clean water tank).  (dok. Palyja)

    Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 54 m3/jam, berfungsi untuk menyaring air bersih baik product Palyja ataupun dari yang lainnya sebelum masuk ke tangki pemakaian (clean water tank). (dok. Palyja)

    INFO NASIONAL - Sebagai wujud dukungan terhadap program konservasi air tanah, para pengelola gedung bertingkat di kawasan premium Jakarta, yaitu Somerset Grand Citra dan Plaza Indonesia, tidak ketinggalan melakukan penghematan air melalui perilaku sosial dan pengembangan teknologi terbaru pengolahan air.

    Sejak tahun 2014, Somerset Grand Citra, apartemen eksklusif yang berlokasi premium di kawasan central business district (CBD) Jakarta, telah banyak melakukan penghematan air. Antara lain pemberlakuan jam cuci mobil dari penghuni apartemen strata title atau condominium dan penyiraman tanaman dan efisiensi desain toilet. Selain itu, apartemen legendaris ini memiliki sumur resapan dengan ukuran 1,5 meter kali 1,5 meter tersebar di enam titik dengan jarak 12 meter pertitiknya.

    Residence Manager Somerset Grand Citra Jakarta Ervira Syahputri mengungkapkan, ”Jadwal cuci mobil kami atur pada pagi hari antara jam 6 sampai jam 8, demikian juga pada malam hari  pada jam 18 sampai jam 20. Pada area taman seluas 1000 meter persegi, kami atur penggunaan airnya. Selain itu, kami juga kembangkan desain terbaru flush toilet. Sebelumnya untuk sekali flush, dapat menghabiskan 8 liter, namun sekarang dapat ditekan menjadi 4 liter saja. Alhasil, kami dapat menurunkan rata-rata konsumsi air bersih dari 7 ribu meter kubik perbulan hanya menjadi 4500 meter kubik saja.”

    Apartemen berkonsep art deco ini beroperasi sejak 1996, memiliki dua tower, terdiri dari 305 unit apartemen. Tower pertama merupakan apartemen servis sebanyak 163 unit, dengan luasan kamar dari 80 meter persegi hingga 166 meter persegi. Tingkat hunian atau okupansi mencapai 80 persen. Sedangkan tower kedua berupa condominium sebanyak 142 unit dengan tingkat hunian 60 sampai 70 persen pada 2018.

    Ervira menambahkan, ”Tingkat hunian apartemen sangat mempengaruhi konsumsi air bersih. Misalnya, untuk apartemen servis dengan tipe tiga bedroom seluas 166 meter persegi, maka otomatis tersedia tiga toilet juga. Pemantauan penggunaan air kita lakukan tiap hari, begitu juga untuk penyewa harian. Kasus yang sering terjadi adalah kelalaian dalam menutup keran air di wastafel. Biasanya kami aktif melakukan kampanye penghematan air pada kepada penghuni apartemen.”

    Di tempat terpisah, langkah konservasi air juga tengah dilakukan oleh Plaza Indonesia yang berlokasi premium di jantung kota Jakarta. Konservasi air dilakukan dengan penggunaan teknologi Water Treatment Plant (WTP) dan Sewage Treatment Plant (STP) sistem rotasi membran dari Hubber Jerman.

    General Manager Engineering dari Plaza Indonesia Realty Cahyo Agung Nugroho memaparkan, ”Water Treatment Plant memiliki kapasitas 54 meter kubik per jamnya, berfungsi untuk menyaring air dari jaringan perpipaan ataupun dari sumur dalam (deep well) sebelum masuk ke tangki penampungan  air bersih.”

    Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, “Tetapi kami jarang menggunakan deep well, hanya pada saat emergensi saja, mengingat biaya penggunaan air tanah mencapai 23 ribu sampai 80 ribu per meter kubik. Bila dibandingkan dengan air dari perpipaan PALYJA hanya sekitar 12 ribu per meter kubik.”

    “Setelah air dari jaringan perpipaan PALYJA kami olah di WTP, baru kami alirkan ke tenant di Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt. Rata-rata konsumsi air mencapai 40-50 ribu meter kubik perbulannya. Konsumsi air pada perluasan Plaza Indonesia mencapai 20 ribu meter kubik perbulannya,” ungkapnya.

    Pada awal 1990-an, Plaza Indonesia terdiri dari empat lantai pusat perbelanjaan kelas atas, yang terhubung dengan Hotel Grand Hyatt Jakarta. Hotel bintang lima berlantai lima ini memiliki lebih dari 300 kamar dengan desain modern minimalis, dan okupansi 80 sampai 90 persen.  Dalam perkembangannya tahun 2008, Plaza Indonesia terhubung dengan gedung Perkantoran The Plaza Office Tower dan apartement The Keraton, Grand Hyatt Residences, dengan okupansi sekitar 60 persen. Namun demikian secara keseluruhan, peningkatan konsumsi air meningkat sebesar 20 sampai 30 persen dalam lima tahun terakhir ini.

    “Konsumsi air yang sangat tinggi mendorong kami memaksimalkan 80 persen air limbah buangan untuk diolah menjadi air bersih kembali. Dengan teknologi dari Hubber Jerman, kami kembangkan STP berkapasitas 2500 meter kubik perhari dengan sistem rotasi membran. Fungsi STP  mengolah air limbah buangan dari toilet, drainase, dapur tenant,dan laundry menjadi air bersih. Sekitar 15 meter kubik per bulan dari STP ini dapat digunakan untuk keperluan penghijauan taman dan pendinginan cooling tower (sistem AC Central),” paparnya.

    Rencana ke depannya, Plaza Indonesia sedang mempertimbangkan adopsi teknologi Reverse Osmosis dari Jerman dan Perancis. Nilai investasinya ditengarai lebih dari Rp 4 miliar. Melalui teknologi pengolahan air ini dapat menghasilkan air berkualitas tinggi dan dapat langsung diminum. Saat ini Plaza Indonesia telah melengkapi fasilitas publiknya dengan sumur resapan berkapasitas 1200 meter kubik  yang tersebar di  8 titik. Ini sejalan dengan Peraturan Gubernur No.42 tahun 2001 tentang Pengelolaan Air Tanah, dan diperkuat dengan Keputusan Gubernur No.279 tahun 2018 tentang Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan. (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?