Kemudahan Bertansaksi dengan Kartu Debit bank bjb edisi Bandung Smart Card

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank BJB menerbitkan kartu multifungsi Bandung Smart Card (BCS) sebagai bentuk komitmen Bank BJB dalam membangun Indonesia. (dok. BJB)

    Bank BJB menerbitkan kartu multifungsi Bandung Smart Card (BCS) sebagai bentuk komitmen Bank BJB dalam membangun Indonesia. (dok. BJB)

    INFO NASIONAL - Komitmen bank bjb dalam membangun Indonesia dan memahami negeri, kali ini diimplementasikan melalui penerbitan kartu multifungsi Bandung Smart Card (BSC). Bersama dengan 8 bank nasional lainnya, bank bjb melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk peluncuran Bandung Smart Card (BSC).

    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasional bank bjb Fermianti bersama dengan wali kota Bandung. Kartu ini merupakan wujud dari komitmen bank bjb untuk bersinergi bersama dengan Pemerintah Kota Bandung, untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pembangunan Kota Bandung dan mempermudah masyarakat Bandung.

    Bank BJB menerbitkan kartu multifungsi Bandung Smart Card (BCS) sebagai bentuk komitmen Bank BJB dalam membangun Indonesia. (dok. BJB)

    “Bagi kami ini adalah kesempatan yang sangat baik yang diberikan bagi bank bjb oleh Pemerintah Kota Bandung, untuk menjadi bagian dari kemajuan teknologi di kota Bandung. Sebagai mitra strategis, kami senantiasa akan terus melakukan pengembangan layanan kami untuk memanjakan masyarakat Indonesia, khususnya kota Bandung ini,” ujar Fermiyanti.

    Melalui peluncuran BSC ini, nasabah bank bjb akan mendapatkan banyak kemudahan. Selain dapat dipergunakan untuk bertransaksi non tunai di kota Bandung, kartu ini juga dapat dipergunakan sebagai kartu debit/ATM bank bjb untuk kebutuhan transaksi perbankan, dan juga kemudahan dalam pembayaran pajak seperti pajak bumi dan bangunan atau pajak kendaraan bermotor.

    Bank BJB menerbitkan kartu multifungsi Bandung Smart Card (BCS) sebagai bentuk komitmen Bank BJB dalam membangun Indonesia. (dok. BJB)

    Peluncuran kartu debit/ATM bank bjb edisi Bandung Smart Card ditujukan bagi nasabah bank bjb untuk mempermudah dalam melakukan transaksi perbankan, dan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Kartu debit/ATM bank bjb edisi Bandung Smart Card memiliki desain yang sangat menarik. Ini nantinya dapat digunakan untuk transaksi transportasi, koperasi, perdagangan, dan pariwisata di Kota Bandung. Selain itu, para nasabah bank bjb juga akan mendapatkan promo-promo menarik di banyak merchant.

    Bank BJB menerbitkan kartu multifungsi Bandung Smart Card (BCS) sebagai bentuk komitmen Bank BJB dalam membangun Indonesia. (dok. BJB)

    Berbagai kemudahan telah ditawarkan oleh bank bjb untuk memahami masyarakat Indonesia. Bank bjb sebagai bank kebanggaan masayarakat Jawa Barat yang kini telah menasional, telah hadir di 14 provinsi di Indonesia dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan seperti adanya e-channel bank bjb (bjb DIGI), co-branding e-money bank bjb, kartu kredit bank bjb, hingga kartu debit visa bank bjb.

    “Saat ini adalah jamannya teknologi yang canggih. Kemunculan generasi milenial yang ingin serba praktis adalah sebuah trigger bagi kami, untuk mengembangkan teknologi informasi di bank bjb dan menciptakan inovasi layanan kami untuk terus memberikan yang terbaik,” ujar Fermiyanti.

    Bank bjb akan terus berkomitmen untuk memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai di Indonesia. Kemampuan bank bjb untuk terus menciptakan inovasi-inovasi layanan yang prima, mampu membawa bank bjb untuk mencatatkan performa kinerja yang sangat baik di tengah persaingan sector perbankan yang semakin kompetitif. “Sebagai salah satu bank nasional terbesar di Indonesia, bank bjb hadir untuk membangun Indonesia dan memahami negeri. Karena ini adalah sebuah tanda mata kami untuk negeri,” kata Fermiyanti. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.