Pj Gubernur Papua Apresiasi Wali Kota Jayapura Saat Buka Festival Teluk Humboldt

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano (Paling kiri) melakukan penabuhan 10 tifa secara bersama untuk menandai pembukaan Festival Teluk Humboldt (FTH) ke-X yang berlangsung di Jembatan Ring road tepat di atas Teluk Youtefa, Minggu, 5 Agustus 2018.(dok. Pemkot Jayapura)

    Walikota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano (Paling kiri) melakukan penabuhan 10 tifa secara bersama untuk menandai pembukaan Festival Teluk Humboldt (FTH) ke-X yang berlangsung di Jembatan Ring road tepat di atas Teluk Youtefa, Minggu, 5 Agustus 2018.(dok. Pemkot Jayapura)

    INFO NASIONAL- Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Mayjen. TNI (Purn) Soedarmo, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jayapura DR Benhur Tomi Mano, atas kebijakan-kebijakan yang dilakukannya dalam upaya mempertahankan nilai-nilai budaya setempat.

    "Saya apresiasi kebijakan Wali Kota Jayapura," ucapnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Teluk Humboldt (FTH) ke-X yang berlangsung di Jembatan Ring road tepat di atas Teluk Youtefa, Minggu, 5 Agustus 2018.

    Kebijakan seperti ini, menurutnya, memang harus dilakukan oleh daerah manapun. "Satu negara bisa maju adalah karena mereka mampu mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di negara mereka," ujar Soedarmo. Ia kemudian mencontohkan negara Korea Selatan, Jepang dan Thailand yang bisa maju karena mampu mempertahankan budaya mereka. "Dengan mempertahankan budaya maka kita bisa memfilter terhadap pengaruh budaya asing atau budaya transnasional yang bisa mempengaruhi budaya kita," tutur Soedarmo.

    Untuk itu, ia meminta kepada Wali Kota Jayapura untuk terus menjaga kelestarian budaya setempat. Soedarmo juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Jayapura karena sudah melaksanakan instruksi Penjabat Gubernur Papua, yaitu selalu menyediakan atau menyajikan makanan-makanan lokal di setiap kegiatan atau acara.

    Soedarmo juga mengakui pelaksanaan FTH ke X mengusung tema "Beat of Culture" dan "Harmoni Budaya" ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah pusat. "Pagi tadi, Pemerintah pusat dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi telah melaksanakan Harmonisasi Indonesia Tahun 2018," lanjutnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada seluruh provinsi di Indonesia dan juga di KBRI atau perwakilan Pemerintah Indonesia yang ada di luar negeri.

    "Langkah ini sebagai upaya untuk mengembalikan perbedaan-perbedaan yang kemarin telah terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan politik khususnya Pilkada serentak 2018 termasuk di Papua," kata Soedarmo. 

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, yang diwakili Kepala Bidang Wilayah IV Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenpar RI. Drs. Syukurni, menyatakan bahwa sektor pariwisata Kota Jayapura telah bertumbuh dengan baik. Menteri mengakui keberadaan sejumlah destinasi wisata di ibukota provinsi di ujung timur Indonesia ini memiliki daya tarik tersendiri, seperti bukit yang di selalu diabadikan oleh masyarakat Port Numbay, yaitu Bukit Jokowi.

    Demikian pula dengan destinasi wisata pantai Hamadi di Distrik Jayapura Selatan, pantai Base'G di Distrik Jayapura Utara, serta museum di Distrik Heram, Tugu Pancasila di kawasan Pos Lintas Batas Negara RI - Papua Nugini, serta pantai wisata Holtekamp.

    Menteri menegaskan adanya dukungan sarana dan prasarana yang semakin berkembang turut memaksimalkan pertumbuhan pariwisata itu. Seperti, adanya kemudahan aksesibilitas berupa jalur penerbangan setiap hari dari provinsi dan dari destinasi utama Jakarta. Kemudian, fasilitas kendaraan darat, baik rental mobil, umum hingga ojek yang dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Juga, kendaraan laut yang hanya butuh waktu tempuh lebih kurang 15 menit untuk tiba di destinasi-destinasi wisata setempat. "Semua ini telah turut mendukung pertumbuhan pariwisata di Kota Jayapura," kata Menteri.

    Menteri menilai FTH ke X Tahun 2018 bukan saja sebagai pelestarian seni budaya asli masyarakat lokal Kota Jayapura tetapi juga merupakan ajang promosi pariwisata. 
    Apalagi ajang yang diselenggarakan Pemkot Jayapura ini turut mendukung program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo yang mengusung sektor pariwisata dalam rangka memberikan devisa dalam waktu singkat. 

    Menteri kembali menegaskan perhatian yang besar dari Pemerintah Pusat  kepada Provinsi Papua. "Karena itu, sebagai leading sektor, semua jajaran Pemerintah pusat dan daerah wajib mendukung sektor pariwisata, karena sebagai menyumbang PPDB, PAD  dan lapangan pekerjaan yang paling mudah dan murah," tukasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata setempat, Matias B. Mano, MKP dalam laporannya menyampaikan tujuan dari ajang FTH X ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di Kota Jayapura.

    Selain itu, memperkenalkan seni dan budaya yang ada di Kota Jayapura kepada pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing yang datang berkunjung atau menyaksikan even ini.

    Acara pembukaan FTH X selain dihadiri penjabat Gubernur Papua, hadir pula Kapolda Papua Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kapolres Jayapura Kota AKBP. Gustaf Urbinas, dan Wali Kota DR Benhur Tomi Mano. Hadir juga Wakil Wali Kota Rustan Saru, Ketua DPRD setempat Abisai Rollo, Ketua TP PKK Kota Jayapura, Kepala Perwakilan BI Papua, Pimpinan Perbankan, OPD, serta masyarakat kota Jayapura. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.