Zulkifli Hasan Apresiasi Project Bhinneka Angkat Talenta dan Karya Anak Muda

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam acara Project Bhinneka di Lobby  Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam acara Project Bhinneka di Lobby Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

    INFO MPR - Dua anak muda Indonesia, Rafi Haikal (20 tahun) dan Valerie Thomas (19 tahun), membuat Project Bhinneka sebagai wadah kreativitas bagi generasi muda yang memiliki talenta dan karya seni. Keduanya memperkenalkan Project Bhinneka di Lobby  Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018. Acara ini dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan.

    Ketua MPR ikut naik ke panggung menabuh tifa mengiringi VMAST yang menyanyikan lagu “Sempurna” dengan musik gamelan. Acara ini juga dimeriahkan penampilan Michele Layanto, Junki Munki dan J Valentine.

    Ketua MPR mengapresiasi Project Bhinneka ini. “Saya mengapresiasi Haikal dan Valerie, dua anak muda kita, dan juga teman-temannya. Meski background dan latarbelakang agama, dan suku yang beragam, mereka tidak ada persoalan. Mereka kompak,” kata Zulkifli Hasan.

    “Tidak ada soal latar belakang, agama, dan sebagainya. Mereka adalah anak muda Indonesia. Anak-anak muda Merah Putih. Yang penting bagi mereka adalah karya apa yang bisa disumbangkan untuk Indonesia,” tutur Zulkifli.

    Ia mengucapkan terima kasih pada Project Bhinneka yang mengangkat karya dan talenta anak muda Indonesia. “Banyak sekali anak-anak muda Indonesia yang memiliki karya dan talenta namun kurang diekspose dan dipromosikan, dan tidak ada yang memfasilitasi sehingga karya dan talenta yang luar biasa itu tidak optimal,” kata Zulkifli.

    Dengan Project Bhinneka ini, Zulkifli berharap bisa mengangkat karya dan talenta anak muda Indonesia. “Sehingga anak-anak muda dari daerah bisa dikenal secara nasional, dan dari tingkat nasional menjadi internasional,” ujarnya berharap.

    Zulkifli juga menyebut kegiatan dan program anak-anak muda ini bisa menjadi contoh bagi orang tua, terutama para politisi.   “Lihatlah bapak-bapak para politisi, anak-anak muda kita beragam tapi kompak sekali. Warna kulit agak beda-beda. Tidak ada soal buat mereka. Tidak ada pertengkaran. Tapi pertengkaran adu karya, adu prestasi. Karena itu mari kita yang tua-tua ini, para politisi, jangan cemari udara kita dari rasa kebencian, yang akan membuat dada kita sesak, sumuk, dan tidak produktif,” katanya.

    Haikal menjelaskan bahwa Project Bhinneka ini berawal ketika belajar di luar (negeri). “Sulit menceritakan dan memperkenalkan budaya dan karya kita. Karena itu kami membuat Project Bhinneka untuk memudahkan anak muda yang punya talenta. Anak muda Indonesia yang kreatif kami berikan wadah untuk mengekspresikan talenta mereka melalui Project Bhinneka," ujar Haikal.

    Ia melihat anak-anak muda Indonesia penuh talenta. “Dengan usia yang masih mudah seharusnya lebih produktif bekerja dan berkarya,” ujarnya.

    Valerie Thomas menambahkan Project Bhinneka ini  melestarikan budaya agar semua seniman di Indonesia maupun di luar negeri mengetahui bahwa Indonesia sangat spesial. “Kita memberi pesan kepada anak muda Indonesia untuk tidak berhenti berkarya. Gunakan energi kita untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.