Minggu, 22 September 2019

Gerindra, PKS, PAN Bahas Kemungkinan Berkoalisi dengan Demokrat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Presiden PKS, Sohibul Iman; dan Sekretaris Jendral PAN, Eddy Soeparno saat memberi keterangan terkait pertemuan tiga partai tersebut di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang No. 82, Pasar Minggu, Jakarta, 24 Desember 2017. Tempo/M. Yusuf Manurung

    Dari kiri, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Presiden PKS, Sohibul Iman; dan Sekretaris Jendral PAN, Eddy Soeparno saat memberi keterangan terkait pertemuan tiga partai tersebut di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang No. 82, Pasar Minggu, Jakarta, 24 Desember 2017. Tempo/M. Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinggi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional melakukan pertemuan di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu siang, 14 Juli 2018.

    Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan pertemuan terjadi karena komunikasi di antara tiga partai sudah berlangsung secara intens. Namun, yang menjadi topik utama dalam pertemuan itu ialah membahas komunikasi antara Partai Demokrat dan Gerindra.

    Baca: PKS Yakin Gerindra Pilih Kadernya Jadi Cawapres Prabowo

    "Di sisi lain ada perkembangan. Pak Prabowo tuh melaporkan tentang update, terutama komunikasi yang dibangun Demokrat kepada Gerindra," kata Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu, 14 Juli 2018.

    Menurut Sohibul, PKS, Gerindra, dan PAN terbuka untuk membentuk koalisi bersama Partai Demokrat. Namun, partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono itu mengajukan calon wakil presiden sebagai syarat bergabung. Karena itu, kata Sohibul, ada dorongan dari ketiga partai agar Prabowo menemui SBY untuk membahasnya lebih lanjut.

    Simak: Bertemu Presiden PKS, Anies Baswedan Sampaikan 2 Hal Soal Pilpres

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik sebelumnya mengaku berwacana serius mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto. "Pak Prabowo mengatakan ingin Pak AHY jadi cawapres," kata dia di kawasan Kemang Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Rachland mengatakan Prabowo tertarik menggandeng AHY karena usianya yang tergolong muda. Duet Prabowo-AHY diharapkan dapat menarik pemilih dari generasi milenial. "Pak Prabowo menganggap Pak Agus Harimurti Yudhoyono adalah orang tepat untuk itu, di samping karena cakap dan ganteng," kata dia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.