Zulhasan Minta Generasi Muda Islam Mendalami Juga Dunia Usaha dan Politik

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menghadiri Kajian Lepas Kerja Alumni Sekolah Islam Al Azhar (ASIA) di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran, Jakarta, Rabu malam, 4 Juli 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menghadiri Kajian Lepas Kerja Alumni Sekolah Islam Al Azhar (ASIA) di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran, Jakarta, Rabu malam, 4 Juli 2018.

    INFO NASIONAL - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) menghadiri Kajian Lepas Kerja Alumni Sekolah Islam Al Azhar (ASIA) “The Rabbaanians' Ba'da Isya” bersama Ustad Subhan Bawazier di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran, Jakarta, Rabu malam, 4 Juli 2018. Acara ini dihadiri sekitar 4 ribuan peserta kajian se-Jabodetabek.

    Dalam sambutannya di hadapan peserta kajian, Zulhasan mengungkapkan kekagumannya bahwa peserta kajian semuanya mayoritas anak-anak muda.  "Ini sangat luar biasa semangat mendalami ilmu agama. Bahkan dari daerah yang jauh datang walaupun malam hari dan menembus kemacetan Jakarta di hari kerja," katanya.

    Zulhasan mengatakan semangat mengkaji ilmu agama generasi muda Islam saat ini memang sangat luar biasa dan tidak diragukan lagi. Tapi, alangkah lebih luar biasa lagi jika dibarengi dengan semangat mendalami dunia usaha dan dunia politik juga.

    "Sebab selama ini, gairah generasi muda Islam mendalami dunia usaha dan politik masih sangat minim.  Padahal, enterpreuneurship dan dunia politik pengaruhnya sangat besar dalam mewarnai perjalanan negara Indonesia, dan mampu menjadi elemen perubahan yang sangat berpengaruh besar juga . Apalagi umat Islam di Indonesia sangat besar, sayang sekali jika kekuatan besar itu tidak dikonversi menjadi kekuatan ekonomi dan politik," ujarnya.

    Zulhasan kemudian meminta peserta untuk kembali ke sejarah awal munculnya agama Islam, yang awalnya dari sebuah masjid yang sederhana dan karakter Rasulullah yang juga sederhana, mampu mencetak sumber daya manusia, yang selain mumpuni dalam ilmu agama juga mumpuni dalam bidang ilmu lainnya, di antaranya ekonomi dan politik.

    "Hasilnya, peradaban Islam mampu berpengaruh besar dan mengalahkan dua kekuatan super power besar pada masa itu, yakni Romawi dan Persia.  Dengan kesederhanaan, mereka mampu. Apalagi generasi Islam sekarang yang dipermudah dengan berbagai macam kecanggihan di era modernitas teknologi.  Kenapa bisa begitu, karena Rasulullah mencetak sumber daya manusia Islam yang luar biasa, dari mulai ahli perdagangan sampai ahli kenegaraan," ucapnya.

    Dengan melihat fakta-fakta tersebut, Zulhasan berharap agar generasi muda Islam bangkit dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya demi agama dan negara Indonesia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe