Minggu, 22 September 2019

Lagi, Orangutan Ditemukan Tewas dengan 7 Peluru dan Luka Sayat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur COP Hardi Baktiantoro memperlihatkan hasil rontgen bagian kepala Orangutan yang tewas di Taman Nasional Kutai. TEMPO/Sapri Maulana

    Direktur COP Hardi Baktiantoro memperlihatkan hasil rontgen bagian kepala Orangutan yang tewas di Taman Nasional Kutai. TEMPO/Sapri Maulana

    TEMPO.CO, Palangka Raya- Bangkai seekor orangutan (Pongo Pygmaeus) bernama Baen, 20 tahun, ditemukan terendam air dengan sejumlah luka sayatan dan tujuh peluru bersarang ditubuhnya di Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan tengah.

    Orangutan 
    jantan itu merupakan hasil translokasi Orangutan Foundation International (OFI) empat tahun lalu. Field Director OFI Fajar Dewanto mengatakan  ia mendapatkan laporan dari Dody Kurniawan, petugas Resor Telaga Pulang Balai Taman Nasional Tanjung Puting, ihwal tewasnya Baen.

    Baca: Dua Orang Pemenggal Kepala Orangutan di Kalteng Ditangkap

    Dody, kata Fajar, awalnya  mendapat laporan dari karyawan PT Wana Sawit Subur Lestari  II yeng melihat bangkai orangutan yang mengambang dan membusuk di kanal air blok Q45 Elang Estate Kebun 5 Afdeling 19, Tanjung Hanau. "Setelah mendapatkan laporan itu kami langsung mengirimkan tim dari Palangka Bun untuk melakukan pengecekan," kata Fajar, Rabu, 4 Juli 2018.

    Dari hasil identifikasi, menurut Fajar, kematian Baen selain akibat tujuh peluru bersarang di tubuhnya, juga akibat luka  benda tajam di sejumlah badan, termasuk kaki. Terlihat bekas ikatan dipergelangan kaki. Bahkan satu jari tangannya juga hilang terpotong.

    Simak: Puan, Orangutan Sumatera Tertua di Dunia, Jalani Euthanasia

    Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Adib Gunawan mengatakan telah berkoordinasi dengan Polres Seruyan untuk memastikan penyebab kematian orangutan itu. "Otopsi sudah dilakukan dan kita nanti tunggu hasilnya. Penyebab kematiannya kemungkinan akibat tindak kekerasan sekitar dua minggu lalu," katanya.

    Menurut Adib kasus pembantaian orangutan sudah sering terjadi. Kasus serupa, kata dia,  pernah terjadi pada 15 Januari 2018. Saat itu dua warga Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan dengan sadis menghabisi nyawa orangutan dengan 16 peluru senapan angin dan membacoknya. Tubuh primata yang dilindungi itu yang ditemukan mengapung di Sungai Barito.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.